MALANG KOTA – Lanjutan proyek penguatan fondasi Jembatan Majapahit dipastikan batal terlaksana tahun depan.
Ada beberapa alasan proyek tersebut tak bisa tereksekusi.
Pertama, pemkot tak mengalokasikan anggaran untuk jembatan yang dirancang oleh Thomas Karsten tahun 1917 itu.
Kedua, pemkot berencana menyusun ulang detail engineering design (DED) perbaikan jembatan tahun depan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Kristiyan Bagus Muryanto mengatakan, pengerjaan lanjutan kemungkinan bisa terealisasi paling cepat setahun setelah penyusunan DED selesai.
”Kemungkinan 2026 baru bisa terlaksana dan menunggu apakah bisa dianggarkan lagi,” jelas Bagus. Untuk diketahui, pada Oktober 2023 lalu pemkot melakukan pengerjaan penguatan jembatan di dua jembatan.
Yakni Jembatan Majapahit dan Jembatan Brawijaya.
Namun yang selesai dikerjakan baru Jembatan Brawijaya.
Tepatnya pada Desember 2023.
Agar pengerjaan penguatan fondasi berlanjut, pemkot sebenarnya berencana menyusun ulang DED tahun ini.
Namun, belum bisa terlaksana.
”Kami akhirnya memutus kerja sama dengan pelaksana dan melaporkan pelaksana untuk di-blacklist dalam situs layanan pengadaan selama dua tahun. Pelaksana juga didenda,” imbuh Bagus.
Di tempat lain, Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Akhdiyat Syabril Ulum membenarkan jika 2025 pemkot belum mengalokasikan anggaran untuk Jembatan Majapahit.
Ulum menyebut kalau tahun depan, proyek fisik yang dikerjakan tidak banyak.
Antara lain pembangunan gorong-gorong di Jalan Candi Panggung sampai Jalan Soekarno-Hatta. Itu pun mendapat pendanaan dari Pemprov Jatim. (mel/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana