MALANG KOTA - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mencatatkan prestasi membanggakan.
Berdasar QS World University Ranking (QS WUR) 2025, UIN Malang menempati peringkat ke-169 di Asia Tenggara.
Bahkan masuk dalam kelompok 901+ universitas terbaik di Asia.
Pemeringkatan terbaru itu sekaligus menempatkan UIN Malang pada posisi kedua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbaik di Indonesia.
Posisi pertama ditempati UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang juga berada di peringkat ke 751-800 Asia dan peringkat ke-131 di Asia Tenggara.
Rektor UIN Malang Prof M. Zainuddin MA menjelaskan, capaian itu tidak lepas dari kerja keras seluruh pihak.
Mulai rektorat, dekanat, jajaran tenaga pengajar, hingga mahasiswa.
”Sehingga tidak hanya unggul institusi, tapi juga mendapat capaian di tingkat internasional,” katanya, kemarin (9/12).
Zainuddin melanjutkan, prestasi yang baru saja diraih itu sesuai dengan visi misi UIN Malang.
Yakni unggul, tepercaya, berdaya saing, dan bereputasi internasional. Juga selaras dengan milestone dan roadmap UIN Malang pada tahun 2021-2025.
Menurut Zainuddin, saat ini ada berbagai keunggulan yang ditonjolkan UIN Malang.
Sebagai contoh pada bidang akademik, UIN Malang getol mendorong tenaga pengajar untuk menjadi guru besar.
Untuk saat ini, kampus tersebut sudah memiliki 69 guru besar.
”Target kami, selama satu semester ke depan bisa bertambah menjadi 100 guru besar,” terangnya.
Untuk memenuhi target jumlah guru besar, pihaknya rutin melakukan pelatihan dan mendorong tenaga pengajar agar mengambil studi lanjutan.
Beberapa tenaga pengajar akhirnya bisa mendapat prestasi.
Seperti pada awal Desember lalu, ada lima dosen dari Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Malang yang mendapat penghargaan L’Oreal Hair & Skin Research Grant dari Paris.
Para mahasiswa juga didorong untuk berprestasi.
Salah satu yang sudah dicapai adalah memecahkan rekor MURI berkat 1.003 mahasiswa menyusun jurnal kampus dalam waktu satu bulan.
”Kami juga meningkatkan fasilitas pendidikan, seperti ma’had atau asrama. Juga fasilitas sesuai kriteria internasional yang menggunakan Learning Management System,” imbuhnya.
Seluruh upaya itu dilakukan agar bisa memenuhi aspekaspek dalam QS WUR.
Yakni research and discovery, learning experience, global engagement, employability, international research network, international students, outbound exchange, inbound exchange, hingga international faculty.
Menurut Zainuddin, untuk meraih capaian berharga seperti itu harus diiringi dengan konsolidasi.
”Ini sesuai dengan pola kepemimpinan saya yang menerapkan kolektif kolegial atau melibatkan berbagai pihak,” tandasnya. (mel/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana