MALANG KOTA - Prodi Sarjana Terapan Kebidanan Malang dan Pendidikan Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Malang, bentuk satuan tugas (Satgas) Peduli Ibu Hamil Risiko Tinggi dan Aman (PHRITA) di wilayah binaan Desa Gedog Wetan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
Pada kegiatan tersebut juga melibatkan Prodi Promosi Kesehatan dan Anafarma.
Ketua Prodi STr Kebidanan Malang Dr Heny Astutik MKes mengatakan kegiatan tersebut merupakan tahun ketiga dijalankannya berbagai program pelatihan dan pendampingan yang bertujuan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
Pada 2022 dilakukan revitalisasi desa siaga.
Kemudian pada 2023 dilakukan pelatihan dan pembentukan kader remaja peduli kesehatan reproduksi.
”Lalu pada tahun 2024 ini kegiatannya pelatihan kader kesehatan ibu hamil dan pembentukan satgas PHRITA,” tuturnya.
Sebelum satgas tersebut dibentuk, Ketua Pelaksana Endah Kamila Mas'udah, M.Keb mengatakan sebanyak 22 kader diberikan pelatihan sebanyak empat kali, mulai dari pengayaan materi hingga praktik secara nyata.
”Dari sana mereka menjadi lebih paham, terampil dan percaya diri menjalankan peran sebagai kader,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Prodi Pendidikan Profesi Bidan Didien Ika Setyarini MKeb mengatakan, meskipun dampak program tersebut belum dapat dirasakan secara langsung, namun dari puskesmas Turen dan masyarakat di sana menyambut dengan sangat baik.
”Ini dampaknya akan jangka panjang, dan dari jumlah Pernikahan Usia Dini (PUD) sudah menurun dibanding tahun kemarin,” tuturnya.
PUD merupakan salah satu penyebab AKI dan AKB yang cukup tinggi.
Sehingga diharapkan dengan berbagai kegiatan tersebut, dapat memberikan dampak positif terkait kesehatan khususnya ibu dan anak di sana.
Tidak selesai pada tahun ketiga, pendampingan akan terus dilakukan.
Begitu pula program serupa juga telah dilakukan di desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. (dur/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana