MALANG RAYA – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) segera tiba. Malang Raya pun berusaha menjaga tradisi panen jumlah wisatawan.
Total jumlah pelancong yang akan datang diperkira kan mencapai 2,94 juta orang.
Kota Batu memprediksi jumlah wisatawan yang akan berkunjung mencapai 2,5 juta orang seperti tahun lalu.
Kabupaten Malang berpotensi kedatangan 352 ribu pelancong.
Sementara wisatawan yang akan datang ke Kota Malang diperkirakan mencapai 72 orang.
Sebagai salah satu jujukan wisata nasional, Kota Batu memang selalu dikunjungi banyak wisatawan setiap libur Nataru.
Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Arief As Siddiq mengungkapkan, pihak nya sudah berkoordinasi dengan para pelaku industri wisata.
Salah satu yang ditekankan adalah layanan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Terlebih saat ini terjadi intensitas hujan yang cukup tinggi.
”Kami ingin memastikan pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di destinasi wisata dan usaha wisata,” ujarnya.
Para pelaku wisata diimbau melakukan uji petik keamanan dan kelaikan serta melakukan perawatan terhadap fasilitas wahana usaha secara berkala.
Terutama untuk wahana yang memiliki risiko.
Apabila terdapat kerusakan harus segera dilakukan perbaikan untuk menjamin keamanan dan keselamatan karyawan serta wisatawan.
Mereka juga diimbau melakukan mitigasi bencana alam dan non alam terhadap usahanya.
Terutama yang memiliki risiko tinggi, seperti arena outbound, daerah tujuan wisata alam, arung jeram, pendakian gunung, dan sejenisnya.
Sementara untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, dinas pariwisata berkolaborasi mempersiapkan event yang dapat mendatangkan wisatawan.
“Misalnya mendatangkan artis dan publik figur nasional,” ujarnya.
Pada masa libur Nataru nanti, Disparta berencana melakukan pendataan kunjungan wisatawan harian.
Data kunjungan diambil dari sekitar 138 objek wisata.
Di sisi lain, peningkatan wisatawan ke Kota Batu selalu dibarengi lonjakan arus lalu lintas.
Tahun lalu tercatat sekitar 1,65 juta kendaraan yang melintas selama libur Nataru.
Menurut Kepala Dinas Perhu bungan (Dishub) Kota Batu Hendry Suseno, tahun ini jumlah kendaraan yang melintas berpotensi lebih tinggi.
Beberapa waktu lalu, Polres Batu sudah mengadakan koordinasi yang menghasilkan rencana rekayasa lalu lintas di dua titik apabila terjadi kepadatan.
Yakni di Simpang Tiga Pendemdan area Taman Makam Pahlawan.
Wakapolres Batu Kompol Danang Yudanto mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pakar transportasi sebelum menetapkan strategi tersebut.
Untuk kepadatan di Simpang Tiga Pendem, lalu lintas satu arah diberlakukan bila kecepatan kendaraan sudah di bawah 5 km/jam dan kepadatan sudah lebih dari 97 persen.
Sementara untuk di sekitar area TMP, Ruas Jalan Abdul Gani akan dibuat satu arah bagi kendaraan yang menuju arah Kediri dari Jalan Sultan Agung.
Sementara dari arah sebaliknya, kendaraan akan diarahkan ke jalan WR Supraman M.Sahar kemudian tembus ke Jalan Sultan Agung.
“Data okupansi hotel akan di update harian untuk membantu memprediksi lonjakan wisatawan,” ujarnya.
Pembatasan Kendaraan di Kabupaten Kabupaten Malang juga berbenah menyambut libur Nataru.
Sebab, diperkirakan 352 ribu wisatawan masuk pada periode 22 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025.
Kalau diratarata, setiap hari terdapat 10 ribu hingga 25 ribu turis yang berkunjung ke Kabupaten Malang.
Sejumlah persiapan dilakukan oleh pemerintah, kepolisian, hingga pelaku wisata.
Seluruh informasi wisata dipusatkan pada aplikasi berbasis Platform Smart Tourism dan Big Data MATIC (Malang Kabupaten Tourism Intelligence Center).
Kepala Dinas Pariwisata (Disparta Kabupaten Malang Purwoto menjelaskan, pihak nya secara aktif mempromosikan wisata Kabupaten Malang melalui platform media sosial.
Karena itu, dia mengimbau pada pengelola wisata untuk menandai akun disparta agar bisa berkolaborasi.
Melalui website MATIC, disparta juga membuat kalender wisata akhir tahun untuk memudahkan pengunjung mencari tempat wisata sesuai selera.
Dari sisi pengaturan lalu lintas, Kasatlantas Polres Malang AKP Gana Dirotsaha mengaku telah memetakan beberapa skema.
Pihaknya membagi Kabupaten Malang menjadi empat bagian.
Yaitu Malang Selatan, Malang Barat, Malang Timur, dan Malang Utara.
Titik fokus rekayasa lalu lintas di Malang Utara, yakni di gerbang tol Singosari.
Utamanya untuk kendaraan yang mengarah ke Simpang Tiga Pendem.
”Sudah kami siapkan pengalihan arus. Kalau ada kepadatan di titik itu, kendaraan akan kami arahkan ke exit tol Pakis atau Madyopuro,” ujar Gana.
Selain itu, terdapat empat titik trouble spot yang diawasi.
Yaitu Simpang Tiga Kebon agung, Simpang Tiga Slorok, Simpang Tiga Bendo, dan Simpang Empat Talangangung.
Apabila terjadi kepadatan di titiktitik itu, untuk sementara kendaraan roda dua dilewatkan jalan jalan arteri.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang Bambang Istiawan menambahkan, pihak nya akan membatasi kendaraan besar melintas selama Nataru.
Terutama pada truk angkutan barang.
“Kendaraan jenis itu tidak boleh masuk ke seluruh ruas jalan di Kabupaten Malang baik tol maupun non tol,” ujarnya.
Namun penerapannya dibedakan berdasarkan jenis jalan.
Untuk jalan tol, pemberlakuannya sejak 22 sampai 24 Desember dan 29 sampai 30 Desember.
mulai pukul 00.00 sampai 24.00.
Sementara itu, untuk arus balik berlaku tanggal 26 sampai 27 Desember 2024 dan 1 sampai 2 Januari 2025.
Waktunya mulai pukul 00.00 sampai 08.00 waktu setempat.
Untuk ruas jalan nontol perlakuannya sama, hanya saja waktu berlakunya mulai pukul 05.00 sampai 22.00.
Kendaraan yang terkena pembatasan adalah pengangkut logistik dengan jumlah berat diizinkan (JBI) lebih dari 14 ton atau 14 ribu kilogram.
Kemudian kendaraan yang memiliki tiga sumbu atau lebih, mobil barang dengan tempelan dan kereta gandengan, serta kendaraan pengangkut hasil galian, seperti tanah, pasir, batu, hasil tambang atau bahan bangunan.
Pos Pantau dan Pengamanan Meski tak sebanyak Kota Batu dan Kabupaten Malang, Kota Malang juga selalu menikmati peningkatan jumlah wisatawan setiap libur Nataru.
Kepala Bidang Destinasi Wisata Disporapar Kota Malang Lita Irawati mengatakan, Nataru tahun lalu tercatat 71.961 wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang.
Meliputi 1.298 wisatawan mancanegara dan 70.663 wisatawan dalam negeri.
“Tahun ini prediksi kami tidak jauh berbeda yakni mencapai 72 ribu wisatawan,” kata dia.
Saat datang ke Kota Malang, wisatawan biasanya mengunjungi beberapa destinasi wisata.
Seperti kampung tematik. Saat ini, sudah ada 18 kampung tematik yang bisa dikunjungi wisatawan.
“Sebenarnya ada enam kampung tematik lainnya, tapi sekarang masih dalam proses pendampingan kami agar bisa aktif kembali,” terangnya.
Selain kampung tematik, destinasi lain yang bisa dikunjungi antara lain tempat perbelanjaan, sentra kuliner, hotel, dan pusat oleh oleh.
Kemungkinan juga akan diadakan acara pergantian tahun bersama di Balai Kota Malang yang melibatkan UMKM.
”Gelaran itu masih menunggu koordinasi lebih lanjut,” imbuh Lita.
Di tempat lain, Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, untuk menjaga kenyamanan wisatawan, pihaknya bekerja sama dengan instansi lain.
Bentuknya adalah penyediaan lima pos pantau, tiga pos pengamanan, serta satu pos pelayanan.
Pos pelayanan tersedia di Jalan Buring dekat Gereja Ijen.
Di sana, wisatawan bisa menumpang beristirahat dan memanfaatkan fasilitas lain, seperti pijat.
”Kami juga akan memantau dan menata arus lalu lintas, terutama saat peak season tanggal 2325 Desember,” terangnya. (iza/aff/mel)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana