MALANG KOTA - Kajoetangan Heritage masih menjadi pilihan utama wisatawan ketika berkunjung ke Kota Malang.
Setiap hari, wisata heritage tersebut selalu ramai dengan pelancong.
Tak ayal setiap bulan jumlah wisatawan yang datang bisa mencapai 30.000 orang.
Jumlah tersebut konsisten sejak awal 2024.
Berbeda dengan tahun lalu ketika rata rata wisatawan yang datang kurang dari 30 ribu orang.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kajoetangan Mila Kurniawati mengatakan, saat hari biasa kunjungan mencapai 400 orang per hari.
Sementara saat akhir pekan bisa mencapai 1.500 wisatawan.
”Tahun ini tingkat kunjungan paling tinggi,” tuturnya.
Terlebih didukung dengan banyaknya tempat-tempat kuliner di dalam kampung yang khas.
Sehingga tidak kalah dengan tempat kuliner yang ada di koridor Kajoetangan.
Selain itu pihaknya mulai mengembangkan berbagai potensi yang ada di dalam kampung, salah satunya dengan menciptakan batik khas Kajoetangan.
Salah satu Pengurus Galeri Batik Kayutangan Merdiana mengatakan, meski baru dibentuk pada Agustus lalu, produk batik yang dihasilkan berupa kain dan selendang yang diproduksi setiap hari Rabu dan Sabtu.
”Pengunjung Kajoetangan bisa mampir untuk bergabung dan belajar membatik,” tuturnya.
Menurutnya antusiasme wisatawan yang datang cukup tinggi.
Banyak dari mereka yang tertarik untuk mencoba membatik secara langsung.
Saat ini, ada empat motif batik baru yang diciptakan.
Yaitu Motif Pohon Kayutangan, Lampu Kayu Tangan, Bunga Alamanda dan Bunga Sepatu, serta Bunga Margi Lepen.
Keempat motif tersebut saat ini sedang dalam proses pendaftaran untuk mendapatkan HKI.
Harapannya, dapat melindungi karya seni batik tersebut dan memberikan pengakuan atas keunikan batik Kayutangan di tingkat nasional bahkan internasional. (dur/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana