Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pelantikan Kepala Daerah Kurang Dua Bulan, Pj Wali Kota Malang Titip Kelanjutan Program Prioritas

Fathoni Prakarsa Nanda • Senin, 16 Desember 2024 | 18:03 WIB
Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan (tengah) menitipkan 11 program prioritas pada walikota terpilih 2024-2029
Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan (tengah) menitipkan 11 program prioritas pada walikota terpilih 2024-2029

MALANG KOTA - Pelantikan kepala daerah terpilih tinggal dua bulan lagi.

Transisi kepemimpinan menjadi hal krusial untuk pelaksanaan program.

Utamanya bagi daerah yang benar-benar mengalami pergantian kepemimpinan seperti Kota Malang dan Kota Batu.

Kepala daerah terpilih justru mendapat titipan kelanjutan program yang belum tuntas.

Misalnya di Kota Malang, Pj Wali Kota Iwan Kurniawan berencana menitipkan 11 program prioritas kepada wali kota periode 2024-2029.

Berdasar rekapitulasi akhir KPU Kota Malang, Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin menjadi paslon pemenang pilkada setelah meraih suara 49,6 persen.

Meski pemenang pilkada sudah ditentukan, hingga kemarin belum ada pertemuan tatap muka antara Pj wali kota dan wali kota terpilih.

Hal itu diakui Iwan Kurniawan lantaran masih banyak agenda yang harus diselesaikan jelang akhir tahun.

Selain itu, kesibukan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), membuatnya belum memiliki waktu yang pas untuk bertemu dengan Wahyu Hidayat.

”Sampai saat ini belum bertemu dengan wali kota terpilih,” ujar Iwan, kemarin.

Sejak menjabat pada September lalu, Iwan telah menetapkan 11 program prioritas yang ditargetkan rampung akhir tahun.

Dia berharap 11 program itu menjadi fokus pembicaraan ketika dirinya bertemu dengan Wahyu.

Utamanya terkait kelanjutan program yang belum terselesaikan.

Seperti penanganan perbaikan sekolah, kelanjutan revitalisasi Pasar Besar Malang dan pembangunan drainase Jalan SoekarnoHatta.

Juga pengadaan parkir Kajoetangan, persiapan Porprov Jatim 2025, rehabilitasi AlunAlun Kota Malang, dan pembangunan TPS.

”Tentu saya akan sampaikan program prioritas untuk dilanjutkan. Juga ada beberapa program lainnya,” tutur pria kelahiran Jakarta itu.

Program lain yang dimaksud Iwan misalnya penanganan anak tidak sekolah (ATS).

Menurut data pemkot, di Kota Malang masih ada 5.655 ATS.

Hingga November baru 700 anak yang kembali bersekolah.

Ini tentu membutuhkan intervensi dari pemerintah.

”Kerja sama dengan pihak ketiga atau swasta juga perlu dilanjutkan. Karena selama ini sudah ada beberapa program yang didukung CSR,” tandas Iwan.

Sementara itu calon wali kota terpilih Wahyu Hidayat menegaskan komitmennya untuk melanjutkan beberapa program.

Apalagi beberapa program itu juga dia jalankan saat menjabat Pj Wali Kota Malang tahun 2023-2024.

Seperti rencana revitalisasi alunalun dan pengerjaan drainase SoekarnoHatta.

Program itu sudah direncanakan sejak Wahyu menjadi Pj Wali Kota Malang.

Kemudian pengadaan Parkir Kajoetangan juga sudah dikaji saat alumnus ITN Malang itu menjadi orang nomor satu di Pemkot Malang.

Dengan pengalaman setahun memimpin Pemkot Malang, Wahyu yakin tidak akan ada kesulitan adaptasi setelah dilantik.

Bersama Ali Muthohirin, dia bertekad untuk tancap gas dalam pelaksanaan program pembangunan.

”Beberapa program juga merupakan visi misi saya. Jadi kami pastikan akan berlanjut,” tutur Wahyu. 

Bentuk Tim Transisi Di Kota Batu, komunikasi sudah terjalin antara (Pj) Wali Kota Batu Aries Agung Paewai dengan wali kota terpilih Nurochman.

Aries juga meminta agar wali kota terpilih merealisasikan keberlanjutan program yang telah digarap atau tersusun dalam APBD 2025.

“Saya berpesan agar tidak ada pembangunan lagi yang sifatnya baru yang merusak lingkungan,” terangnya.

Keunggulan Kota Batu di sektor pariwisata membuat Aries berpesan kepada wali kota terpilih untuk menjaga kelestarian alam.

Baca Juga: Pertama di Jawa Timur, Pj Walikota Malang Resmikan Tempat Uji Kompetensi Tugu Tirta

Salah satunya dengan melanjutkan pembangunan yang mendukung sektor pariwisata.

Seperti pembangunan jalur pedestrian di beberapa titik di Kota Batu yang belum tuntas.

Baik di Jalan Brantas, Jalan Gajah Mada, dan Jalan Trunojoyo.

Jalur pedestrian dibangun untuk memberikan fasilitas pejalan kaki sekaligus mengurangi volume kendaraan.

Fasilitas itu diharapkan bisa meningkatkan kualitas udara di Kota Batu.

Aries juga menitipkan pesan untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur di bidang pendidikan.

Yang menjadi catatan, keterbatasan APBD membuat beberapa titik kerusakan sekolah belum tersentuh.

Kepala daerah terpilih dapat merealisasikan rehabilitasi fasilitas penunjang pendidikan menggunakan dana corporate social responsibility (CSR).

“Termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Batu,” lanjutnya.

Aries berharap kepala daerah terpilih dapat memberikan program pemberdayaan masyarakat untuk bekerja di tanah sendiri.

Dengan demikian, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Batu akan bisa berkurang.

Hal itu sambut baik oleh Nurochman.

Dia juga mengaku sudah menjalin komunikasi untuk melanjutkan beberapa program yang telah disusun.

”Kami sudah membentuk tim transisi untuk mengintegrasikan beberapa program dengan APBD 2025. Dengan demikian, keselarasan program dapat terlihat dan direalisasikan lebih dulu,” ujarnya Cak Nur, sapaan akrabnya, mematikan pihaknya akan fokus untuk menuntaskan proyek strategis daerah (PSD).

Salah satunya penyempurnaan fasilitas sekolah, seperti perbaikan gedung yang rusak.

Kemudian tentang konsep sekolah adiwiyata hingga muatan lokal dalam pembelajaran.

“Kami ada rencana menambahkan program praktisi mengajar untuk mengurangi kejenuhan dalam proses pembelajaran,” lanjut pria kelahiran Desa Sumberejo, Kecamatan Batu itu.

Pembangunan jalur pedestrian juga bakal dilanjutkan.

Bahkan Cak Nur sudah membidik beberapa titik, seperti di wilayah Jalan Brantas, Jalan Suropati, dan Jalan Trunojoyo.

Selain melanjutkan proses pembangunan yang sudah berjalan, Cak Nur berjanji mengangkat beberapa potensi untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

Seperti mengaktifkan kembali wajib pajak (WP) atau piutang yang macet dan mencari tambahan dana dengan menggandeng perusahaan besar.

Pria yang dua kali menjabat sebagai wakil DPRD Kota Batu itu optimistis akan banyak program yang selaras dengan pemerintahan sebelumnya.

Itu lantaran dia merupakan anggota legislatif periode sebelumnya.

Artinya secara kemitraan sudah pernah terjalin dengan baik.

“Saya juga berharap nanti antara perangkat daerah dapat bersinergi untuk menekan paradigma pemerintahan,” ungkapnya.

Tunggu Pelantikan Kondisi berbeda terjadi di Kabupaten Malang.

Sebab, bupati terpilih merupakan petahana.

Tinggal melanjutkan program yang sebelumnya sudah dijalankan dan melakukan pembagian tugas dengan wakil bupati yang baru.

Bupati Malang H M. Sanusi menjelaskan, saat ini pihaknya masih menunggu penetapan dari KPU.

Komunikasi dengan Lathifah Shohib sebagai wakil bupati terpilih belum dilanjutkan.

Pembagian tugas akan dibicarakan setelah pelantikan.

Meski demikian, Sanusi mematikan bahwa pihaknya sudah mulai ancangancang merealisasikan program yang sudah disusun.

Terutama Dasa Cita atau sepuluh program unggulan yang dijanjikan saat kampanye.

Dalam waktu dekat pihaknya akan fokus pada peningkatan pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan infrastruktur.

Untuk diketahui, proses penetapan pemenang Pilkada Kabupaten Malang masih menunggu tindak lanjut Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan dari paslon nomor Gunawan Wibisono Umar Usman.

Saat ini, gugatan yang sudah masuk ke MK tersebut masih dalam perbaikan formalitas gugatan.

”Kami menemukan beberapa hal yang diduga menjadi pelanggaran pemilu. Seperti kepala desa yang ikut kampanye,” kata kuasa hukum Gunawan Umar Usman, Wiwied Tuhu Prasetyanto. (adk/ori/yun/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pj wali kota malang #kelanjutan #program prioritas