Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Mulai Waspadai Dropping Pengemis di Malang

Bayu Mulya Putra • Selasa, 17 Desember 2024 | 17:00 WIB
LOKASI JUJUKAN: Salah satu pengemis ’mangkal’ di Masjid Jami’ Kota Malang, kemarin. SATRIA CAHYONO / RADAR MALANG
LOKASI JUJUKAN: Salah satu pengemis ’mangkal’ di Masjid Jami’ Kota Malang, kemarin. SATRIA CAHYONO / RADAR MALANG

Satpol PP Sudah Menangkal Pengiriman dari Pasuruan 

MALANG KOTA - Fenomena menjamurnya pengemis saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendapat perhatian serius. 

Satpol PP Kota Malang menyebut, potensi pengiriman atau dropping pengemis dari luar kota selalu ada tiap akhir tahun. 

Untuk itu, pengawasan akan lebih diperketat lagi. 

Khususnya di wilayah perbatasan Kota Malang. 

Berdasar pengamatannya, Kepala Satpol PP Kota Malang Heru Mulyono mengatakan bila dropping pengemis sudah dilakukan pada akhir pekan lalu. 

Petugas menemukan dua truk yang berisi pengemis hendak masuk ke Kota Malang. 

”Sabtu dini hari (14/12) ada truk yang akan dropping pengemis di Jalan Semeru. Kami berhasil menggagalkan,” terangnya. 

Mendapat temuan itu, Satpol PP langsung meminta sopir truk itu membawa kembali para pengemis ke daerah asalnya. 

Karena jika tidak, mereka bakal dilaporkan kepada pihak kepolisian. 

”Mereka bilang berasal dari Pasuruan, kami minta kembali,” tambah Heru. 

Menurut dia, itu bukan pertama kali Satpol PP mendapati adanya “pengiriman” pengemis ke Kota Malang. 

Sepanjang tahun ini, setidaknya sudah empat kali kejadian serupa. 

”Karena Kota Malang ini warganya banyak yang pendatang. Mereka kadang sifatnya lebih mengasihani daripada warga asli,” jelasnya. 

Mantan kepala dinas perhubungan itu menyampaikan, untuk mencegah dropping pengemis, pihaknya akan melakukan patroli rutin saat libur panjang. 

Tak hanya pengemis, pihaknya juga akan melakukan penertiban PKL liar. 

Kemudian, upaya lainnya yakni memperketat penjagaan di akses masuk Kota Malang. 

Heru mengatakan, biasanya jalur pengiriman pengemis tidak hanya dilakukan melalui jalan protokol. 

”Biasanya lewat Kali Mewek, Jalan Balearjosari. Nanti di sana ada petugas yang berjaga,” papar Heru.

Dia menyebut, ada ciri-ciri khusus angkutan barang yang memuat para pengemis. 

Yaitu truk dengan atap terpal. 

Kemudian tidak terlihat memuat barang. 

Karena para pengemis itu bakal bersembunyi di dalam bak kendaraan. 

”Kalau dulu diantar saat subuh, sekarang lebih cepat, dini hari sudah datang ke sini,” tambah dia. 

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Malang Harvard Kurniawan mendukung langkah pemkot memitigasi dropping pengemis. 

Sebab, itu merupakan salah satu hal yang mengurangi estetika kota. 

Ditambah lagi, pelaku peminta-minta umumnya bukan warga Kota Malang. 

Sehingga harus diberikan tindakan tegas oleh Satpol PP. 

”Memang butuh pengawasan ekstra untuk mencegah pengemis. Bila perlu ada pos-pos khusus personel Satpol PP,” kata Harvard. (adk/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Pengemis #Kota Malang #Natal dan tahun baru (nataru) #satpol pp kota malang