MALANG KOTA – Pohon waru di Jalan Bandulan, Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun tumbang kemarin sore (16/12), sekitar pukul 14.45.
Salah satu warung kopi menjadi korbannya.
Bagian atapnya ikut tertimpa beberapa ranting pohon.
Suna, pemilik warung kopi tersebut mengaku tanda-tanda robohnya pohon mulai terlihat pada pagi hari.
”Sudah terdengar suara kriet kriet begitu,” kata perempuan berusia 56 tahun itu.
Beberapa waktu berselang muncul retakan di pohon.
Dia juga menyebut bahwa pohon sudah berada dalam kondisi miring sejak sepekan lalu.
”Saya sudah bilang ke pemilik lahan tempat saya mengontrak warung agar pohon segera ditebang, tapi sampai kemarin tidak ada tindakan,” imbuh perempuan asal Madura itu.
Karena kondisi pohon yang mengkhawatirkan, Suna dan suaminya yang bernama Samin, 70, tidak berani mendekat.
Setiap ada orang yang mampir ke warungnya, Suna selalu memberikan himbauan agar tidak berada di dekat pohon atau menaruh kendaraan di dekat pohon.
Menjelang kemarin sore, pohon akhirnya tumbang.
Kejadian itu terjadi setelah ada angin kencang.
Beruntung tidak ada korban jiwa meskipun kondisi lalu lintas saat itu sedang ramai.
Namun, ada kerusakan pada kabel provider dan bagian atap warungnya dengan ukuran tiga meter persegi.
Selain itu, arus lalu lintas sempat tersendat.
Sementara itu, mandor pemotongan pohon dari bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang yang bernama Muhammad Khoirul menjelaskan, pohon jenis waru itu memiliki tinggi sekitar sembilan meter.
Diameter nya sekitar 50 sentimeter.
”Pohon tersebut tumbang karena akar pohon sudah lapuk,” terangnya.
Setelah laporan masuk, DLH segera menuju ke lokasi.
Ada enam personel dan satu unit mobil yang dikerahkan.
Kemudian, ada 12 personel dari BPBD Kota Malang, tujuh relawan, dan beberapa warga.
Mereka melakukan evakuasi selama 30 menit. (mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana