MALANG KOTA - Pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Malang meningkat cukup tajam pada 2024 ini.
Hingga November 2024, jumlahnya bertambah 21,27 persen dibanding 2023 lalu.
Bila diestimasi, ada 473 pelaku ekraf yang baru.
Kasi Pemasaran Ekonomi Kreatif Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Indhira Nanda mengatakan, pada 2023 ada 4.478 pelaku ekraf yang terdata pihaknya.
”Tahun ini bertambah 473 ekraf, menjadi 4.951 pelaku ekraf,” tuturnya.
Angka tersebut masih akan bertambah hingga akhir Desember nanti.
Data tersebut dihimpun dari masing-masing kelurahan dan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang.
Menurut dia, Kota Malang memiliki potensi untuk menjadi kota kreatif karena sumber daya yang dimiliki.
Terutama dari banyaknya perguruan tinggi dan mahasiswa yang ada di Kota Malang.
Keberadaan Malang Creative Center juga menjadi salah satu pendorong peningkatan tersebut.
”Pelaku ekraf itu mulai fotografi dan video, fashion, kriya, seni musik, pertunjukan tari, lukis, hingga kuliner,” terangnya.
Sektor kuliner memiliki perkembangan yang cukup pesat.
Dia menyebut, tahun ini terdapat beberapa program yang fokus untuk pengembangan ekraf.
Salah satunya yakni Program Pengembangan Kreatif melalui pemanfaatan dan perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan Program Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekraf.
Tak hanya itu, event-event yang digelar Disporapar maupun Pemkot Malang juga banyak melibatkan pelaku ekraf dan UMKM.
Fasilitas-fasilitas seperti co-working space juga banyak dimanfaatkan pelaku ekraf. (dur/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana