MALANG KOTA – Hujan cukup deras kembali mengguyur kemarin siang.
Selama dua jam saja, tiga kawasan tergenang.
Ketiga kawasan yang tergenang yakni Kampung Warna-Warni, Madyopuro, dan Lesanpuro.
Di Kampung Warna-Warni misalnya. Ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.
Ana, salah seorang pedagang di sana mengatakan, luapan air dari Sungai Brantas terjadi begitu cepat.
”Biasanya sirine di sungai bunyi kalau airnya tinggi, tapi tadi air masuk pelan-pelan secara mendadak,” ungkap Ana.
Aliran air pun semakin tinggi sampai masuk ke permukiman warga di dekat sungai.
Ana mengaku sempat panik.
Sebab, saat air masuk, dia belum rampung membereskan barang-barang dagangan.
Menurut dia, ini genangan yang cukup besar.
”Saya hitung sudah kedua kalinya. Sebelumnya pada tahun 2021,” imbuhnya.
Sementara itu, Lurah Jodipan Widya Dwi mengatakan, hujan yang terjadi tidak selalu membuat Kampung Warna-Warni tergenang.
Biasanya air masuk kalau debit air dari Sungai Brantas tinggi.
Air masuk melalui saluran buangan di bawah. Sirine di sungai pun bisa berbunyi jika air sudah mencapai garis merah atau setinggi 3,5 meter.
”Tapi pada pukul 16.05 banjir sudah mulai surut,” tegasnya.
Menurut Dwi, beberapa warga dibantu perangkat kelurahan langsung terjun untuk melakukan kerja bakti setelah air surut.
Di tempat lain, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang Surya Adhi Nugroho mengatakan, kemarin ada beberapa kawasan yang tergenang.
Selain di Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, genangan juga terjadi di Kecamatan Kedungkandang.
”Yang tergenang kawasan sealiran Kali Amprong. Artinya, ada di Kelurahan Madyopuro sampai Kelurahan Lesanpuro,” ucapnya. (mel/adn)
Editor : Aditya Novrian