MALANG KOTA – Pemerintah mulai membahas urutan keberangkatan kelompok terbang (kloter) calon jemaah haji (CJH) untuk 2025.
Dari hasil musyawarah pada Rabu lalu (25/12), wilayah kerja Malang akan berangkat pada gelombang dua.
Namun, untuk waktu pemberangkatan masih belum ditentukan.
Humas Kemenag Kota Malang Muhammad Nur Hidayah mengatakan, estimasi jemaah yang berangkat pada 2025 sebanyak 1.333 orang.
Itu meliputi kategori berhak lunas sebanyak 1.046 jemaah, nomor urut porsi sebanyak 1.014 jemaah, lansia sebanyak 44 jemaah, dan cadangan sebanyak 274 jemaah.
”Jumlah estimasi jemaah yang berangkat lebih banyak dibanding jemaah yang berangkat tahun 2024, yakni 1.500-an orang,” terang lelaki yang akrab disapa Yayak tersebut, kemarin (27/12).
Itu sudah seluruh kategori, termasuk jemaah mutasi. Jumlah tersebut bisa saja berubah.
Sebab, jemaah yang berangkat harus melakukan pelunasan biaya haji.
Namun, untuk kepastian besaran ongkos untuk haji 2025 masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Informasi sementara, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyatakan kalau biaya haji 2025 lebih murah.
Hal itu tanpa mengurangi kualitas dari fasilitas yang disediakan kepada jemaah.
Sejauh ini, Kementerian Agama baru melaksanakan tes kesehatan.
Di Kota Malang, tes kesehatan dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang pada 4 November lalu.
”Karena tes kesehatan juga menentukan jemaah yang berhak melunasi biaya haji,” imbuh Yayak.
Terkait sistem pemberangkatan, tidak jauh berbeda dengan sebelumnya.
Hanya ada tambahan tes berupa tes demensia.
Tes itu dilakukan untuk memastikan apakah ada penurunan daya ingat dan kemampuan berpikir logis para jemaah.
Jemaah juga diwajibkan melakukan beberapa vaksinasi.
Berupa vaksin Covid-19, vaksin meningitis, vaksin influenza, dan vaksin polio.
Dengan demikian, kondisi kesehatan jemaah bisa lebih terjaga saat melakukan ibadah. (mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana