Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tembakau dan Minol Sumbang Pemasukan Bea Cukai Malang Sebesar Rp 58,91 T

Aditya Novrian • Senin, 6 Januari 2025 | 20:35 WIB

 

Pemberantasan rokok ilegal oleh Bea Cukai Malang
Pemberantasan rokok ilegal oleh Bea Cukai Malang

MALANG KOTA - Realisasi penerimaan cukai Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur II pada 2024 lalu belum sesuai harapan. 

Total penerimaan cukai dari tembakau dan minuman beralkohol (minol) tersebut mentok di angka Rp 58,91 triliun. 

Sementara target yang dipatok DJBC Jatim II di angka Rp 66 triliun. 

Kepala Kanwil DJBC Jatim II Agus Sudarmadi menyebut realisasi penerimaan cukai tersebut masih tergolong bagus. 

Terutama jika dibanding 2023 lalu. 

”Kami sempat optimistis akhir tahun ditutup di angka Rp 60 triliun,” ujar Agus. 

Untuk menjaga penerimaan negara dari cukai, pihaknya menggunakan pendekatan berbasis socio-cultural. 

Yakni salah satunya melalui kegiatan keagamaan dan menggandeng pondok pesantren untuk memberikan edukasi kepada jamaahnya, terutama terkait rokok ilegal. 

Selain itu, penindakan terhadap rokok ilegal juga aktif dilakukan. 

Selama 2024, pihaknya berhasil melakukan pengamanan signifikan terhadap barang ilegal. 

Di antaranya 72,87 juta batang rokok ilegal, 120 ml hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL), 1.700 kilogram tembakau iris, 15.203 liter minuman beralkohol ilegal, methamphetamine, chlorine, ganja, dan obat terlarang lainnya sebanyak 49 SBP. 

Dari seluruh penindakan tersebut, kata Agus, potensi kerugian negara yang berhasil dicegah mencapai Rp 63,161 miliar dengan nilai barang total sekitar Rp 100,29 miliar. 

Agus menambahkan, Bea Cukai memiliki peran strategis sebagai fasilitator perdagangan dan pendukung industri. 

Terutama dalam mendukung sektor industri domestik termasuk pemberdayaan UMKM. 

”Kontribusi Bea Cukai ini akan lebih optimal jika dijalankan secara bersama-sama melalui sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, serta media,” tutup dia. (dur/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#minol #bea cukai #minuman beralkohol #malang #tembakau