Intensifkan Layanan QRIS di Parkir Kajoetangan Malang

Bayu Mulya Putra • Dipublikasikan Rabu, 8 Januari 2025 | 02:00 WIB
DITINGKATKAN: Pembayaran via QRIS di titik parkir baru Kajoetangan sudah disediakan pemkot. SATRIA CAHYONO / RADAR MALANG
DITINGKATKAN: Pembayaran via QRIS di titik parkir baru Kajoetangan sudah disediakan pemkot. SATRIA CAHYONO / RADAR MALANG

MALANG KOTA – Fasilitas pembayaran berbasis elektronik atau Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di tempat parkir terus diupayakan Pemkot Malang. 

Ada dua kantong parkir yang ditarget menjadi percontohan. 

Semuanya di Kajoetangan Heritage. 

Tepatnya parkir vertikal di Jalan Majapahit dan parkir di eks Bank Mandiri Syariah. 

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menuturkan, pengunjung Kajoetangan mayoritas didominasi kalangan milenial. 

Dengan kondisi itu, titik tersebut menjadi salah satu yang potensial menjadi percontohan pembayaran elektronik. 

”Di sana kami utamakan dengan pembayaran QRIS agar lebih mudah dan cepat,” tuturnya. 

Dia menerangkan, sebenarnya penggunaan QRIS diterapkan di seluruh titik parkir yang dikelola Pemkot Malang. 

Namun, penggunaan masih kurang maksimal. 

”Kalau di Kajoetangan, meskipun belum semua, tapi (intensitas) pembayaran dengan QRIS lebih banyak dibanding titik lain,” ujar Jaya. 

Jika tren itu semakin meningkat, dia mengatakan bukan tidak mungkin parkir di Kajoetangan bisa beralih sepenuhnya ke pembayaran elektronik. 

”Kalau parkir di Eks Bank Mandiri Syariah itu sudah beroperasi maksimal, bisa kita paksakan dengan pembayaran hanya pakai QRIS. Istilahnya saat ini masih perkenalan dulu,” tutur mantan kepala bagian pengadaan barang dan jasa Setda Kota Malang itu. 

Sebagai informasi, untuk sementara parkir eks Bank Mandiri Syariah mampu menampung 300 kendaraan roda dua. 

Sedangkan parkir vertikal Jalan Majapahit berkapasitas 14 mobil dan 400 sepeda motor. 

Rencana pengembangan di parkir eks Bank Mandiri Syariah sudah disiapkan pemkot sejak 2024. 

Tahun ini, pemkot sudah menyiapkan dana Rp 25,3 miliar untuk pembayaran lahan parkir. 

Selain itu ada anggaran Rp 18 miliar yang bakal dialokasikan untuk pembangunan fasilitas di sana. 

Rencananya, pembangunan bakal dilakukan di bagian belakang saja. 

Sebab, bagian depan tidak boleh diubah karena termasuk bangunan cagar budaya. 

Anggaran tersebut juga akan digunakan untuk menyambungkan fasilitas di sana dengan parkir vertikal di Jalan Majapahit. (adk/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
Sumber : Radar Malang
Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) malang Kajoetangan Heritage