MALANG KOTA – Warga Kota Malang yang berulang tahun akan mendapat kado berupa pemeriksaan kesehatan gratis.
Program itu akan berlaku mulai Februari mendatang.
Saat ini, pemkot sedang mempersiapkan 74 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) untuk menerapkannya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, seluruh FKTP sebenarnya sudah siap.
Baik secara peralatan maupun SDM. Terdiri dari 58 klinik yang bermitra dengan BPJS Kesehatan dan 16 puskesmas.
“Hanya saja, kami masih menunggu mekanisme dari pusat,” kata dia, kemarin (7/1).
Husnul menyatakan, sekarang pihaknya masih dalam tahap pengumpulan data.
Data yang dikumpulkan meliputi sasaran dan fasilitas kesehatan yang ditetapkan sebagai pelaksana program cek kesehatan.
“Kalau informasi sementara, yang bisa melakukan cek kesehatan mulai usia 18 tahun sampai lansia,” imbuh pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.
Penentuan sasaran dan faskes dilakukan karena pemerintah pusat menetapkan 60 juta orang yang bisa mengikuti cek kesehatan gratis.
Untuk mengakomodir cek kesehatan di masyarakat, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 4,7 triliun.
Terkait dengan layanan cek kesehatan, contohnya skrining kanker untuk usia dewasa.
Lalu untuk lansia mendapat cek kesehatan yang difokuskan pada penyakit-penyakit kardiovaskuler atau proses penuaan lainnya.
Salah satu layanan yang disiapkan pemkot yakni Puskesmas Mulyorejo.
Pada 22 November 2024, Puskesmas Mulyorejo juga sempat dikunjungi Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.
Menurut Kepala Puskesmas Mulyorejo drg Helmi Wibisono, secara kelengkapan pihaknya sudah siap memberi layanan skrining kesehatan gratis.
Baik untuk masyarakat yang berulang tahun maupun yang membutuhkan layanan kesehatan lainnya.
“Kami juga sudah menerapkan integrasi layanan primer (ILP),” jelasnya.
Di dalam ILP, ada lima klaster.
Yakni klaster manajemen, klaster ibu dan anak, klaster usia dewasa dan lansia, klaster.
Sampai sekarang program cek kesehatan gratis itu baru sebatas sosialisasi.
Terkait dengan pelaksanaan tepatnya, mereka masih menunggu petunjuk teknis. (mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana