MALANG KOTA – Fasilitas di Wisata Gantangan Lowokdoro terus dikembangkan.
Setelah dipoles di beberapa bagian pada 2024, pemkot bakal kembali melakukan pengembangan.
Itu sesuai dengan grand design awal gantangan yang berlokasi di Jalan Lowokdoro, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun.
Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga (Disporapar) Kota Malang Baihaqi menjelaskan,
Wisata Gantangan Lowokdoro memiliki luas sembilan hektare.
Yang terbangun sekarang baru tiga hektare.
“Untuk sisanya seluas enam hektar masih akan kami persiapkan desain dan fasilitas penunjang lain yang perlu ditambahkan,” kata Baihaqi.
Dia menambahkan, pengembangan Wisata Gantangan Lowokdoro memerlukan anggaran senilai Rp 15 miliar.
Semen tara saat ini yang sudah terlak sana sebesar Rp 5 miliar.
Baihaqi melanjutkan, Wisata Gantangan Lowokdoro sudah dibangun sejak 2022.
Pada tahap awal, pemerintah mengalokasikan dana Rp 2 miliar.
Dengan dana tersebut, pemerintah bisa membangun gantangan dengan kapasitas 64 kandang burung.
Kemudian ada fondasi gantangan, lahan parkir, toilet, sumur resapan, drainase air, dan fasilitas penunjang lainnya.
Setelah pembangunan tahap satu, Wisata Gantangan Lowok doro diresmikan Wali Kota Malang Sutiaji pada 17 September 2023.
Kemudian pemkot melakukan pengembangan tahap dua dengan menambah beberapa fasilitas.
Seperti musala, tenda permanen untuk berteduh, dan kafetaria.
Untuk pengembangan tahap dua, pemkot juga mengalokasikan dana Rp 2 miliar.
Lalu pada 2024 lalu, pemkot kembali mengucurkan dana senilai Rp 1 miliar.
Dana tersebut digunakan untuk menambah fasilitas.
“Ada lahan parkir, tempat istirahat burung, saluran drainase, area trotoar, toilet, hingga atap ruang juri,” imbuhnya.
Meski demikian, Baihaqi menyebut pengembangan tidak akan dilakukan tahun ini.
Sebab, harus masuk dalam RPJMD tahun 2025-2030.
Meski begitu, kicau mania yang ingin menggelar pertandingan burung bisa mulai memanfaatkan Wisata Gantangan Lowokdoro mulai tahun ini. (mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana