Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Akademisi Sarankan Proses Vaksinasi PMK di Kota Malang secara Rutin

Bayu Mulya Putra • Jumat, 10 Januari 2025 | 00:30 WIB

 

Pengecekan sapi di sebuah RPH.
Pengecekan sapi di sebuah RPH.

MALANG KOTA - Awal tahun ini wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali muncul di sejumlah daerah. 

Termasuk di Kota Malang. 

Sebelumnya, wabah itu sempat booming pada 2023 silam. 

Menurut akademisi, satu-satunya cara mencegah PMK adalah vaksinasi yang tuntas. 

Seperti disampaikan Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Islam Malang (Unisma) Dr drh Nurul Humaidah MKes. 

Menurutnya, wabah itu akan terus berulang jika vaksinasi kepada hewan ternak di seluruh Indonesia tidak tuntas. 

Saat ini, pemerintah hanya bisa menekan kasusnya. 

Ketika vaksinasi tidak tuntas, wabah akan kembali terjadi pada periode berikutnya. 

”Vaksinasi harus dilakukan secara rutin. Minimal enam bulan sekali selama lima tahun. Dengan itu akan muncul kekebalan,” tuturnya. 

Selain vaksinasi, Nurul juga mengatakan bahwa peternak wajib mewaspadai musim hujan. 

Sebab kondisi hewan ternak akan menurun ketika pergantian musim. 

Kemudian masih ada ancaman virus.

”Pengetatan terhadap kandang juga diperlukan. Jangan sembarang orang bisa masuk ke kandang. Agar hewan ternak tidak mudah terpapar virus,” tandas Nurul. 

Berdasar poin itu, selain sosialisasi, para peternak juga perlu mendapat edukasi. 

Selama ini, pemkot turut aktif melakukan hal tersebut. 

Selama menunggu jatah vaksin, upaya preventif sudah dilakukan. 

Seperti dengan memberi vitamin kepada sejumlah hewan ternak. (adk/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#penyakit #Kota Malang #Vaksinasi #Wabah #penyakit mulut dan kuku (PMK)