Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kedai Teh Hondje Malang Jadi Supplier Kafe dan Resto di Sejumlah Kota

Bayu Mulya Putra • Minggu, 12 Januari 2025 | 20:38 WIB
PELAJARI TEKNIK TRADISIONAL: Sejumlah wisatawan mencicipi teh hasil racikannya sendiri, beberapa waktu lalu. PAY AS YOU WISH WALKING TOUR FOR RADAR MALANG
PELAJARI TEKNIK TRADISIONAL: Sejumlah wisatawan mencicipi teh hasil racikannya sendiri, beberapa waktu lalu. PAY AS YOU WISH WALKING TOUR FOR RADAR MALANG

KEDAI Teh Hondje di Jalan Wijaya Kusuma, Kecamatan Lowokwaru tampak lengang Jumat lalu (10/1). 

Kedai mungil tersebut tutup, tidak ada aktivitas pengunjung. 

Hanya karyawan saja yang berkumpul untuk melakukan maintenance rutin satu bulan sekali. 

Di kebun belakang kedai tersebut berjajar sekitar 10 tempat duduk. 

Dikelilingi tanaman-tanaman hijau khas kebun di depan rumah. 

Disana biasanya para pengunjung duduk untuk menikmati teh khas kedai yang sudah berdiri sejak 2018 tersebut. 

”Kebanyakan datang sendirian atau berdua untuk ngobrol dan menikmati teh,” tutur salah satu Owner Kedai Teh Hondje Patricia Levyta. 

Namun tak jarang juga pengunjung datang untuk nongkrong bersama teman-temannya. 

Patricia mengatakan, penggemar teh racikannya berasal dari berbagai kelompok usia. 

Mulai dari anak muda hingga keluarga. 

”Beberapa kali juga orang tua bersama anak-anaknya yang datang,” tuturnya. 

Menurut dia, minat masyarakat di Kota Malang untuk mengunjungi kedai teh masih cukup baik. 

Meski tidak seramai kunjungan di kedai kopi. 

Sangat jarang kedai yang hanya menyuguhkan teh di Kota Malang, sehingga tempat tersebut terkesan eksklusif. 

Selain itu, konsep minum teh di tengah kebun menjadi salah satu daya tarik di tempat tersebut. 

Berbagai macam menu yang disajikan juga tidak dapat ditemukan di tempat lain. 

Total ada 50 menu teh yang disediakan. 

”Sebenarnya ada 50 lebih hasil percobaan kami, tapi yang kami jual 50 itu dulu,” tambah Patricia. 

Hondje juga menyuplai teh ke beberapa kafe dan restoran di beberapa kota. 

Mulai dari Surabaya, Solo, Jogjakarta, Jakarta, hingga Kalimantan. 

Setiap bulan, lebih dari 15 kilogram racikan teh dikirim ke tempat-tempat tersebut. 

Beberapa menu yang disajikan mulai dari teh murni, teh dengan buah, bunga, hingga tanaman herbal. 

Bahan-bahan tersebut dikeringkan kemudian ditakar dan diseduh untuk menciptakan cita rasa yang pas. 

Beberapa menu yang paling digemari yakni Sukmawati dan Kamila. 

Sukmawati merupakan paduan antara black tea, chamomile, dan lavender. 

Sementara Kamila adalah campuran dari green tea, basil, melati, dan lavender. 

Patricia memastikan semua racikannya tidak memakai pemanis buatan. 

Saat ini Hondje tengah membuka cabang di Solo. 

”Karena kebetulan teman saya yang membuat Hondje tinggal di Solo,” tuturnya. 

Menurunnya antusias penggemar teh sama besarnya seperti di Malang. 

Ke depan, dia akan membuat produksi racikan tehnya sendiri. (dur/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Kedai Teh Hondje #Teh #malang #kedai