Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jelang Imlek, Perajin Miniatur Rumah di Kota Malang Banjir Pesanan

Bayu Mulya Putra • Rabu, 15 Januari 2025 | 18:05 WIB
ADA TIGA TIPE: Muhammad Bashir mengerjakan salah satu pesanan miniatur rumah, kemarin. Miniatur itu digunakan warga Tionghoa untuk sesi Co Kong Tik. DARMONO/ RADAR MALANG
ADA TIGA TIPE: Muhammad Bashir mengerjakan salah satu pesanan miniatur rumah, kemarin. Miniatur itu digunakan warga Tionghoa untuk sesi Co Kong Tik. DARMONO/ RADAR MALANG

MALANG KOTA – Sejumlah persiapan mulai dilakukan warga Tionghoa untuk menyambut Imlek pada 29 Januari mendatang. 

Salah satunya mempersiapkan miniatur rumah dalam rangka Co Kong Tik (ritual pemujaan kepada leluhur). 

Kebutuhan miniatur rumah itu membuat perajin kebanjiran pesanan. 

Seperti disampaikan Muhammad Bashir. 

Ditemui di Kelenteng Eng An Kiong kemarin (14/1), dia tampak sedang menggarap beberapa pesanan miniatur rumah untuk Co Kong Tik. 

Ada 12 rumah yang sudah digarap dia hingga kemarin. 

Karena cukup banyak, Bashir mengerjakan miniatur rumah bersama empat rekannya. 

Rutinitas menggarap kerajinan miniatur rumah itu dilakukan Bashir sejak pandemi. 

Dia meneruskan usaha ayahnya yang sudah meninggal dunia.

”Setiap Imlek atau peringatan hari besar Tionghoa, pesanan untuk membuat miniatur rumah selalu meningkat,” ungkap lelaki berusia 28 tahun tersebut. 

Biasanya, permintaan datang karena generasi sekarang mendapat mimpi dari leluhur yang meminta dibuatkan rumah di alam sana. 

Normalnya, dalam satu bulan Bashir dan rekan-rekannya menggarap enam miniatur rumah. 

Namun untuk peringatan besar bisa lebih dari 10 miniatur rumah. 

Ada tiga jenis rumah yang dibuat. 

Ukuran kecil atau tipe B memiliki lebar 2 meter. 

Ukuran sedang atau tipe C lebarnya 2,5 meter. 

Sementara ukuran besar atau tipe D memiliki lebar 2,5 meter. 

Tinggi miniatur berbeda-beda. 

Selain ukuran, setiap rumah juga memiliki kelengkapan yang berbeda-beda. 

Untuk miniatur rumah paling besar terdiri dari tiga lantai. 

Di dalamnya bisa dilengkapi balkon, gudang, dan garasi. 

Desainnya juga mirip dengan rumah Cina kuno. 

Sementara untuk miniatur ukuran tanggung memiliki dua lantai. 

Agar miniatur rumah lebih hidup, biasanya diberi hiasan orang. 

Misalnya saja penghuni rumah hingga dua pembantu. 

Ada pula perabotan seperti televisi, becak, serta mobil. 

Pembuatan satu rumah memakan waktu sekitar empat hari. 

Material yang digunakan berupa kertas HVS, kertas, cat, bambu, hingga bekas minyak untuk mengikat rumah agar kuat. 

Seluruh bagian rumah, termasuk hiasan dibuat secara manual. 

”Karena ukuran dan kelengkapan bervariasi, dari segi harga juga berbeda,” sebut Bashir. 

Untuk miniatur rumah besar dibanderol dengan harga Rp 7 juta. 

Rumah sedang Rp 6,5 juta, dan rumah kecil Rp 6 juta. 

Itu be lum termasuk sesajen mau pun kelengkapan lain nya. 

Namun untuk sesajen dan kelengkapan lain, biasanya disediakan sendiri oleh customer. (mel/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#persiapan #Perajin #Tionghoa #kebanjiran pesanan #Imlek #Co Kong Tik #Miniatur Rumah