MALANG KOTA – Revitalisasi Terminal Arjosari masih berlangsung hingga kemarin (14/1).
Itu menjadi penanda bahwa prosesnya molor.
Pihak pelaksana kabarnya sudah meminta perpanjangan tenggat waktu kepada Balai Pelaksana Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Provinsi Jawa Timur.
“Awalnya diberitahukan kalau selesai 16 Januari,” kata Kepala Terminal Tipe A (TTA) Arjosari Maria Margaretha.
Dari pantauan koran ini, pengerjaan yang tersisa tinggal di bagian dalam terminal.
Seperti ruang tunggu, shelter, lift, hingga ground water tank (GWT) atau tangki air bawah tanah.
Maria menambahkan, ruang tunggu tinggal pembersihan dan pemasangan sejumlah fasilitas.
Ruang tunggu tersebut memiliki kapasitas sekitar 150 orang.
“Nanti di dalam ruang tunggu akan dipasangi tempat duduk dan AC. Sudah ada barang-barangnya, tapi masih menunggu pengerjaan ruang tunggu benar-benar selesai,” papar dia.
Selanjutnya, shelter bus di sisi selatan masih dirapikan.
Selain itu, plafon di shelter juga belum selesai dipasang.
Kemudian, pemasangan lift juga menunggu fondasi selesai digarap.
Lift tersebut terletak di dekat shelter bus di sisi selatan.
Yang terakhir, GWT masih dalam proses pengecoran.
Sementara bagian depan seperti lahan untuk pengantar maupun penjemput sudah rampung.
“Kalau bagian depan sudah selesai dikerjakan semua,” terang Maria.
Sejak direvitalisasi mulai Agustus 2024, ada beberapa fasilitas yang ditambahkan di sana.
Misalnya saja lahan parkir di depan untuk pengantar maupun penjemput.
Juga pagar yang membatasi ruang tunggu dengan shelter bus, perbaikan kantor, dan banyak lainnya.
Maria berharap agar revitalisasi bisa segera rampung.
Sebab, dalam waktu dekat mobilitas masyarakat akan kembali meningkat pada momen puasa dan Lebaran.
Kendati demikian, pelaksana tetap mendapat sanksi berupa denda.
Nominal denda bakal ditentukan BPTD Kelas II Provinsi Jawa Timur.
Dengan adanya revitalisasi, Maria berharap masyarakat bisa semakin nyaman.
Apalagi, terminal angkot atau Terminal Tipe C Arjosari juga sudah mendapat perbaikan dan tambahan fasilitas dari Dishub Kota Malang. (mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana