MALANG KOTA – Pengerjaan drainase di Jalan Soekarno Hatta (Soehat) bakal dilaksanakan tahun ini.
Jika tak ada aral, proses pembangunannya bakal dimulai bulan April mendatang.
Anggaran yang tersedia mencapai Rp 22 miliar.
Dana itu tidak berasal dari APBD Pemkot Malang.
Melainkan dari APBD Pemprov Jawa Timur.
Sebagai perbandingan, total anggaran pengerjaan drainase dari APBD Pemkot Malang selama 2025 hanya Rp 25 miliar.
Itu artinya, hanya berbeda Rp 3 miliar dibandingkan anggaran total pengerjaan di Soehat.
Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan menuturkan, pengerjaannya diperkirakan butuh waktu enam bulan.
Dengan demikian, pembangunan drainase Soehat bisa rampung pada bulan September mendatang.
Untuk itu, perlu dukungan dinas terkait agar proyek bisa berjalan lancar dan tidak mengganggu kenyamanan warga.
Iwan menambahkan, kemungkinan bakal dilaksanakan rekayasa lalu lintas di sekitar Soehat.
Kemudian penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan penanganan pohon di atas jalur drainase.
”Untuk kelancaran proyek, butuh bantuan berbagai pihak. Termasuk RT dan RW bisa menyosialisasikan kepada warga,” tuturnya.
Setelah drainase Soehat rampung, Pemkot Malang akan mengupayakan dua titik lain agar mendapatkan bantuan anggaran.
Yakni drainase di Jalan Letjen Sutoyo dan Jalan Bondowoso.
”Dua titik itu kami ajukan anggaran untuk dikerjakan pada 2026,” tambah Iwan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto menuturkan, drainase yang akan dibangun di Jalan Soekarno-Hatta memiliki panjang 1,3 kilometer.
Dimulai dari Jalan Pisang Candi hingga jembatan Soehat atau Sungai Brantas.
Jaringan drainase akan dibangun di sisi barat Jalan Soehat.
Lebih tepatnya di depan Rumah Sakit Universitas Brawijaya.
Sebelumnya, Pemkot Malang mengusulkan pembangunan di median jalan atau di dua sisi jalan.
Karena anggaran yang disetujui hanya Rp 22 miliar, akhirnya dibangun di satu sisi saja.
”Dari APBD Pemkot Malang juga menyiapkan anggaran Rp 1,3, untuk pembangunan drainase sekunder. Terbentang dari Permata Jingga sampai Jalan Candi Panggung,” jelas Dandung. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana