MALANG KOTA – Perbaikan Stadion Gajayana untuk menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2025 segera dimulai.
Ditandai dengan penutupan fasilitas olahraga tersebut untuk masyarakat umum.
Untuk seluruh rangkaian proses renovasi itu, Pemkot Malang menyiapkan dana Rp 10 miliar.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi menuturkan, meski Stadion Gajayana telah ditutup sejak 13 Januari lalu, renovasi kemungkinan besar baru dilakukan bulan Februari mendatang.
Sebab, pihaknya masih menunggu ketersedian anggaran yang berasal dari pendapatan daerah.
Dia menerangkan, pengerjaannya diperkirakan butuh waktu lima bulan.
Ada beberapa fokus utama pada perbaikan kali ini.
Di antaranya pembangunan lintasan lari delapan jalur, pengecatan tribun, dan pengecatan tampak depan stadion.
Kemudian perbaikan fasilitas ruang ganti dan toilet, serta pemasangan scoring board yang baru.
”Pengerjaan paling lama pada lintasan lari, karena standarnya tinggi. Seperti yang ada di Gelora Bung Tomo, jadi pengerjaannya bisa empat bulan,” terang Baihaqi.
Lintasan lari mendapat perhatian khusus, sebab di sana akan menjadi venue cabang olahraga atletik.
Dari total dana Rp 10 miliar, 5,4 miliar di antaranya dialokasikan untuk pembangunan lintasan lari.
Selanjutnya, Rp 3,1 miliar untuk pengecatan dan perbaikan fasilitas, Rp 999 juta untuk pengadaan scoring board menggunakan videotron, dan Rp 350 juta untuk peningkatan lampu stadion.
Baihaqi mengatakan, dana Rp 10 miliar itu belum mencakup perbaikan dua aspek.
Yakni penggantian rumput lapangan dan kursi tribun dengan single seat.
”Anggaran kami tidak cukup untuk dua hal itu. Jadi sementara tribun hanya dicat ulang,” papar dia.
Dengan adanya renovasi itu, cabang olahraga atletik dipastikan terdampak.
Sebab, mereka harus berpindah tempat latihan.
Untuk itu, Pemkot Malang akan mencarikan lokasi alternatif yang digunakan sebagai latihan.
Lapangan atletik di Universitas Negeri Malang (UM) menjadi salah satu opsinya.
Terpisah, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi meminta proses pengerjaan sesuai jadwal.
Dewan menargetkan bulan Juni, venue harus siap 100 persen.
Agar tidak ada cerita venue pelaksanaan Porprov Jatim tidak memadai.
”Kami dari dewan akan mengawal terus progresnya. Jangan sampai menampilkan citra buruk Kota Malang saat Porprov,” tegasnya. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana