Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkot Malang Susun Ulang Program CSR Tahun 2025

Fathoni Prakarsa Nanda • Jumat, 17 Januari 2025 | 18:10 WIB
PARTISIPASI SWASTA: Para pekerja melakukan perbaikan gedung SDN Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, menggunakan dana CSR yang sudah dimulai sejak November 2024. SATRIA CAHYONO/RADAR MALANG
PARTISIPASI SWASTA: Para pekerja melakukan perbaikan gedung SDN Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, menggunakan dana CSR yang sudah dimulai sejak November 2024. SATRIA CAHYONO/RADAR MALANG

MALANG KOTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mengupayakan partisipasi dana dari pihak swasta untuk membantu pembangunan pada tahun ini. 

Skema yang digunakan adalah pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (TSP) atau corporate social responsibility (CSR). 

Tahun lalu, dana yang terkumpul dari skema tersebut mencapai Rp 4,5 miliar.

Salah satu program yang dilaksanakan menggunakan dana CSR adalah perbaikan SDN Ketawanggede di Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru. 

Total ada tujuh kelas dan satu musala yang diperbaiki sejak November 2024. 

Kini, proses perbaikan hanya tinggal pemasangan jendela di dua kelas dan finishing pengecatan ruangan. 

Program lainnya adalah peningkatan kualitas enam Tempat Pembuangan Sementara (TPS). 

Kemudian gebyar bantuan sosial dan gebyar UMKM serta bantuan mobil layanan pajak dan perbaikan fasilitas umum halte. 

Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan menuturkan, awal Januari 2025 pihaknya masih fokus untuk menyelesaikan DED perbaikan Pasar Besar. 

Setelah rampung, pemkot akan membahas prioritas program CSR tahun 2025. 

Penyusunan prioritas bakal melibatkan forum TSP Kota Malang. 

Mekanismenya, perangkat daerah memaparkan program paling mendesak dan belum tercover APBD. 

Baru kemudian ditentukan prioritas CSR. 

”Belum tentu fokus pada 2025 ini tentang perbaikan sekolah atau peningkatan TPS. Kami masih akan membahas pekan depan,” ujar Iwan. 

Secara simultan, pemkot juga akan membahas Perda tentang CSR bersama legislatif. 

Perda tersebut menjadi salah satu prioritas untuk disahkan pada 2025. 

”Perda ini kebutuhan wajib agar program CSR makin terarah dan harus berkelanjutan. Dengan perda, nanti akan tercipta transparansi dan tertib administrasi,” tandasnya. 

Untuk perusahaan yang telah berpartisipasi pada 2024. 

Pemkot Malang bakal memberikan penghargaan khusus. 

Yaitu ucapan terima kasih melalui media lokal, baik cetak maupun online. 

”Ini merupakan bentuk penghargaan kami karena ikut ber sama membangun Kota Malang,” ucap Iwan. 

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Rat nang gani Siraduhitta sepakat dengan eksekutif terkait pemaksimalan CSR. 

Hal yang akan dilakukan dewan adalah mendukung percepatan pembahasan Perda CSR pada tahun ini. 

”Kita sudah harus mencontoh Jakarta. Di mana perusahaan swasta aktif ikut membangun kota,” tutur Amithya. (adk/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#corporate social responbility (CSR). #SDN Ketawanggede #pembangunan #Pemkot Malang #tanggung jawab sosial perusahaan #Dana #Pihak Swasta #TSP #Perbaikan