Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perkembangan Barbershop di Kota Malang, Menjamur sejak 2025, Kini Berkonsep Kafe

Bayu Mulya Putra • Minggu, 19 Januari 2025 | 19:25 WIB
SILATURAHMI: Komunitas Barber Malang (Kobama) menggelar event barber battle di lantai tujuh Malang Creative Center (MCC), Rabu lalu (15/1). DARMONO / RADAR MALANG
SILATURAHMI: Komunitas Barber Malang (Kobama) menggelar event barber battle di lantai tujuh Malang Creative Center (MCC), Rabu lalu (15/1). DARMONO / RADAR MALANG

Mulai 2015, ada 200-an barbershop yang tumbuh di Kota Malang. 

Ada yang tetap bertahan dan terus berkembang. 

Ada pula yang gulung tikar karena sengitnya persaingan. 

Berikut ulasannya.

RATUSAN barber atau tukang cukur memenuhi lantai tujuh Malang Creative Center (MCC), Rabu lalu (15/1). 

Pengusaha barbershop juga ikut ambil bagian. 

Total ada 600-an orang yang hadir mengikuti workshop barber yang menghadirkan Iman Taufiq Djayadiningrat. 

Peserta datang dari berbagai daerah. 

Selain dari Jawa Timur, juga ada yang datang dari Jawa Tengah, Riau, hingga Palu. 

Mereka datang untuk dapat menyerap ilmu bisnis barbershop yang kini banyak diminati. 

Pembicara utama menjadi daya tarik utama, karena pemilik Hairnerds studio tersebut menjadi salah satu kiblat para pegiat barbershop dalam mengembangkan bisnisnya. 

Di Kota Malang, bisnis barbershop banyak bermunculan. 

Diperkirakan ada 200 barbershop yang tumbuh selama 10 tahun terakhir. 

Seperti disampaikan Ketua Komunitas Barber Malang (Kobama) Fahrizal Ilham. 

Saat ini, dia menyebut bahwa komunitasnya memiliki 170 anggota. 

Satu orang anggota bisa memiliki lebih dari satu barbershop.

”Masih banyak juga barbershop yang tidak gabung dengan kami,” tuturnya. 

Berbagai tema dan inovasi layanan dimiliki masing-masing pengusaha barbershop. 

Dari desain tempat yang bertema retro, vintage hingga berkonsep cafe. 

Meski bisnis barbershop cukup menjanjikan dan banyak peminatnya, Ilham menyebut bahwa tak sedikit juga yang menyerah dan gulung tikar. 

Penyebab utamanya karena tidak mampu bersaing dengan banyaknya barbershop-barbershop baru. 

Dari pengamatannya, bisnis barbershop dengan konsep modern mulai bermunculan di Kota Malang pada 2015 lalu. 

Layanan utamanya tetap untuk cukur rambut.

Bedanya, terletak pada fasilitas dan pelayanan yang diberikan kepada customer. 

Barbershop memiliki estetika penataan ruangan dan alat-alat yang lebih modern. 

Pelayanan tambahan seperti cuci rambut, pijat, pomade hingga pewarnaan rambut sering ditawarkan di barbershop

Gaya potongan yang ditawarkan juga lebih fleksibel dibanding tukang cukur tradisional. 

Selain kenyamanan, gaya hidup menjadi salah satu alasan orang datang ke barbershop

Beberapa barbershop juga menawarkan fasilitas ekstra seperti home service

Home service itu mulai banyak bermunculan saat pandemi Covid-19,” tutur Ilham. 

SALING SHARING: Salah satu anggota Komunitas Barber Malang (Kobama) mengenakan kaus tematik. DARMONO / RADAR MALANG
SALING SHARING: Salah satu anggota Komunitas Barber Malang (Kobama) mengenakan kaus tematik. DARMONO / RADAR MALANG

Saat ini yang tengah marak yakni bisnis barbershop dengan konsep kafe. 

Sehingga pelanggan dapat menunggu antrean dengan bersantai dan menikmati hidangan di kafe. 

”Seringnya kan mereka diantar pacar atau teman, agar tidak bosan mereka bisa menunggu di kafe,” imbuh dia. 

Di tengah persaingan bisnis yang cukup ketat tersebut, komunitas menjalankan perannya untuk menghadirkan iklim yang sehat. 

Farid Yusoli, salah satu pemilik bisnis barbershop yang juga anggota Kobama mengatakan, komunitas tersebut memiliki kegiatan yang rutin. 

Baik secara tahunan maupun bulanan. 

Gathering antar-anggota komunitas dilakukan setiap bulan. 

Dan setiap anniversary Kobama, mereka bakal menggelar event besar seperti workshop, Rabu lalu (15/1). 

”Setiap pertemuan kami sharing, berbagi ilmu bisnis, atau saling bertanya apabila memiliki kesulitan,” tuturnya. (dur/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Pengusaha #Malang Creative Center (MCC) #Kota Malang #Workshop #barbershop #Barber