MALANG KOTA – Kuota Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan secara nasional mengalami peningkatan tahun ini.
Dari sebelumnya 200 ribu unit menjadi 300 ribu unit.
Target penyaluran oleh pengembang dan perbankan juga turut meningkat.
Misalnya di Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Malang.
Tahun ini mereka mematok target penyaluran KPR rumah subsidi naik sekitar dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.
Jika realisasi KPR FLPP tahun lalu mencapai 570 unit, maka tahun ini target yang ditetapkan mencapai 1.140 unit.
Branch Manager BTN Malang Turmono mengatakan, terdapat dua skema KPR subsidi yang disalurkan oleh BTN.
Yakni skema FLPP untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).
”Realisasi keduanya relatif berimbang,” tuturnya.
Kenaikan target realisasi tahun ini, kata Turmono, sejalan dengan komitmen BTN dalam menyukseskan program pembangunan tiga juta rumah.
Untuk itu, pihaknya sudah memetakan berbagai potensi dengan menggandeng seluruh pengembang di bawah asosiasi, seperti Real Estate Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi).
Menurut Turmono, sebaran realisasi KPR subsidi lebih banyak di Kabupaten Malang dengan porsi sekitar 80 persen.
Sementara untuk Batu dan Kota Malang lebih cenderung ke proyek perumahan non subsidi.
Dia berharap tahun ini realisasi KPR dapat memenuhi target seperti tahun lalu.
“Dari hasil komunikasi dengan seluruh stakeholder perumahan, semua optimistis bahwa perputaran ekonomi di Malang Raya masih tinggi. Sehingga daya beli masyarakat masih cukup untuk mengcover,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Lawang Park Iwan mengatakan bahwa target penyaluran rumah subsidi tahun ini dipastikan meningkat.
Saat ini pihaknya sudah membangun 600 unit rumah di Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
Pembangunan dibagi dalam dua tahap.
“Tahap satu sudah selesai 200 unit. Untuk tahap dua sudah ada 400 unit,” tuturnya.
Hingga akhir tahun nanti, pihaknya berani menargetkan pembangunan 1.000 unit rumah subsidi.
Menurutnya, masyarakat yang membutuhkan rumah subsidi sangatlah banyak, mulai dari pekerja formal hingga informal.
“Dan rumah subsidi ini sangat membantu mereka, karena dapat dicicil mulai Rp 1 juta per bulan,” tuturnya.
Pihaknya juga telah bekerja sama dengan beberapa perbankan.
Seperti BTN, BNI, BRI dan Mandiri. (dur/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana