MALANG KOTA – Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan kerugian materil.
Beberapa bagian rumah warga di Jalan Simpang Sukun Timur nomor 15, RT 12/RW 4, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun ambrol, kemarin (22/1).
Rumah yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Sukun itu milik Ansori.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang Surya Adhi Nugroho menjelaskan, longsor terjadi sekitar pukul 09.15.
Penyebabnya karena debit Sungai Sukun yang meninggi.
”Lalu struktur plengsengan tergerus derasnya air sungai,” kata dia.
Surya melanjutkan, longsor mengakibatkan beberapa bagian rumah milik Ansori rusak berat.
Salah satunya bagian tembok kamar mandi dan dapur.
”Di dalam kamar mandi dan dapur itu ada perabotan yang rusak juga seperti meja dan kursi,” imbuh pejabat eselon III B Pemkot Malang tersebut.
Selain bagian rumah, plengsengan penahan hunian juga rusak.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam longsor dan ambruknya bangunan warga itu.
Ansori beserta istri dan satu anaknya selamat.
Hingga kini kerugian materiil masih dalam perhitungan.
Setelah musibah itu, beberapa perangkat setempat terjun ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
”Kami juga sudah menyalurkan bantuan seperti terpal, bambu, makanan siap saji, lauk pauk, hingga biskuit,” sebut Surya.
Pihaknya turut meng imbau agar warga setempat tetap waspada.
Sebab, pasca kejadian itu, ada potensi longsor susulan.
Lurah Sukun Andin Yunis tiyanto menambahkan, untuk sementara Ansori bersama keluarganya akan tinggal di situ.
Sebab, ada bagian rumah lain yang bisa ditinggali.
Sehingga belum membutuhkan lokasi untuk mengungsi.
Menurut Andin, setiap tahun aliran DAS Sukun hingga DAS Kuthuk memang rawan longsor.
”Kami sudah berupaya untuk mengajukan plengsengan dan penguatan struktur di sekitar sungai. Namun pemkot kesulitan karena di sana aset provinsi,” ucapnya. (mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana