MALANG KOTA - Harapan Pemkot Malang mendapat bantuan cukup besar dari Pemprov Jatim tampaknya pupus.
Untuk gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2025, pemkot hanya menerima bantuan senilai Rp 900 juta.
Anggaran itu rencananya digunakan untuk opening ceremony atau upacara pembukaan yang digelar di Stadion Gajayana.
Sebagai perbandingan, Pemkot Malang pada APBD 2024 sudah menyiapkan dana sebesar Rp 10 miliar untuk perbaikan venue Stadion Gajayana.
Kemudian, untuk upacara pembukaan dan rangkaian pelaksanaan porprov, sudah dialokasikan dana Rp 11 miliar.
Jika ditotal anggarannya mencapai Rp 21 miliar.
Dengan bantuan pemerintah provinsi Rp 900 juta.
Itu artinya hanya 4,2 persen dari APBD Kota Malang yang telah disiapkan.
Sehingga bisa dibilang sangat kecil.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi mengatakan, dengan bantuan yang cukup minim itu, pihaknya akan memaksimalkan dana dari APBD Kota Malang.
"Kalau dibilang ngepres atau kekurangan, namanya kebutuhan tidak ada batasnya. Sehingga kami memaksimalkan dana yang ada," terangnya.
Baihaqi berharap ada kebijakan baru dari pemprov.
Seperti bantuan yang diberikan bisa lebih besar untuk penyelengaraan Porprov.
Sebab, kejuaraan olahraga tersebut juga membawa nama provinsi.
"Kami berharap tambahan bantuan anggaran. Jika tidak, tetap dimaksimalkan yang ada," tutur Baihaqi.
Dari segi persiapan, Pemkot Malang kini tengah melakukan pengerjaan renovasi Stadion Gajayana.
Selanjutnya, venue lain masih dilakukan komunikasi terkait kontrak kerja sama selama pemakaian ajang porprov.
Diperkirakan Porprov Jatim IX akan digelar akhir Juni 2025. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana