Geliat Self-Photo Studio dan Photobox di Kota Malang Hadir di Mal, Kafe, dan Tempat Wisata
Bayu Mulya Putra• Minggu, 2 Februari 2025 | 19:19 WIB
DIMINATI WISATAWAN: Dua pengunjung di Kajoetangan Heritage berpose di Our Self Studio Indonesia. Mereka memilih tema train photobox.
Selain di mal, self-photo studio dan photobox banyak bermunculan di tempat-tempat lain. Seperti di tempat wisata dan kafe. Bagaimana bisnis itu berkembang? Berikut ulasannya.
DI salah satu kafe di Kajoetangan Heritage, ada satu ruang kecil yang tertutup gorden.
Ruangan yang berada di samping pintu masuk itu dimanfaatkan untuk photobox.
Cukup banyak pengunjung yang memanfaatkannya.
Jongkee Wijaya, pemilik Cherish Photobox mengakui bila peminatnya semakin meningkat setiap tahun.
Di Kota Malang, Cherish Photobox memiliki tiga tempat.
Yakni di Malang Town Square (Matos), Mal Olympic Garden (MOG), dan juga Tomorrow Coffee Kajoetangan.
”Ketiganya sama ramainya, per hari bisa (dikunjungi) sampai 50 orang,” tuturnya.
Saat akhir pekan, jumlah pengunjung bisa meningkat dua kali lipat.
Dengan harga Rp 30 ribu, pengunjung bisa mendapatkan dua strip foto cetak yang berisi 8 foto.
Juga soft file yang dapat diunduh melalui smartphone.
Dia mengatakan bila saat ini foto cetak kembali digemari.
”Mungkin mereka terlalu banyak memiliki foto digital, jadi merasa spesial saat punya foto cetak,” kata Jongkee.
Sejak memulai bisnis itu pada 2021, dia menyadari bahwa kini semakin banyak pesaing yang muncul.
Di koridor Kajoetangan saja ada lebih dari empat photobox.
Agar tetap bisa bersaing, mereka terus menjaga pelayanan dan memperbarui konsep dengan tren terbaru.
Salah satunya yakni dengan memperbarui aksesori dengan hal-hal yang tengah trending.
Seperti saat momen Natal, aksesori Natal banyak disediakan seperti bando dan topi santa.
Hal serupa juga Selfie Time yang ada di MOG.
Mereka terus memperbarui variasi aksesori.
Mulai dari bando, topi hingga kacamata dengan karakter yang unik dan lucu.
Semua aksesoris tersebut bisa dipinjam secara gratis.
Azri, store leader Selfie Time mengatakan, harga yang ditawarkan setiap paket cukup terjangkau.
Mulai dari Rp 45 ribu, dan pengunjung bakal mendapat soft file yang akan dikirim melalui e-mail.
Juga ada foto yang dicetak.
”Jadi untuk yang Rp 45 ribu kita dapat delapan kali shoot satu print. Yang Rp 65 ribu dapat 16 kali shoot dan dua print,” sebutnya.
Sementara untuk foto studio, pengunjung bisa berfoto full body sampai bawah.
Dan yang pasti resolusinya lebih tinggi.
Ruangannya juga lebih luas.
”Di foto studio pakai durasi 10 menit. Dan dari 10 menit itu bisa maksimal shoot 40 kali,” imbuhnya.
Sementara itu, konsep foto studio juga ada di Self Studios, yang memiliki gerai di Jalan Soekarno-Hatta dan MOG.
Sejak 2021, salah satu pelopor self-photo studio di Malang tersebut bertahan dengan konsep basic, beserta warna-warna seperti abu-abu dan putih.
Staf Full Time Self Studios Ardhitama mengatakan, rata-rata per hari terdapat 50 sesi foto di setiap studio.
Yang paling diminati yakni konsep basic yang dapat memotret satu badan.
Selain basic, terdapat studio retro yang dapat memotret setengah badan.
Juga ada high angle yang mengambil gambar dari angle atas.
Menurutnya masing-masing konsep memiliki penggemar masing-masing.
Seperti konsep basic, kebanyakan digunakan segmen keluarga.
Sementara high angle banyak diminati oleh gen z.
”Jadi saat ini peminatnya tidak hanya anak muda, banyak juga keluarga,” tambahnya. (dur/by)