Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jadi Petani, Napi Lowokwaru Panen Kacang Edamame

Mahmudan • Sabtu, 8 Februari 2025 | 19:15 WIB
CAPTION: PANEN RAYA: Dari kiri, Kalapas Ketut Akbar Herry Achyar Kakanwil Ditjenpas Kadiyono, Kabid Hortikultura DTPHP Heri Suntoro di Kecamatan Ngajum, (6/2). (LAPAS LOWOKWARU FOR RADAR KANJURUHAN)
CAPTION: PANEN RAYA: Dari kiri, Kalapas Ketut Akbar Herry Achyar Kakanwil Ditjenpas Kadiyono, Kabid Hortikultura DTPHP Heri Suntoro di Kecamatan Ngajum, (6/2). (LAPAS LOWOKWARU FOR RADAR KANJURUHAN)

NGAJUM – Program pembinaan untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas I Malang (Lowokwaru) membuahkan hasil.

Para narapidana (napi) yang dibekali kemampuan bertani itu sudah panen, Kamis lalu (6/2).

Mereka menanam kacang edamame di perkebunan area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Ngajum.

Sejak Oktober 2024 lalu, sudah dua kali panen besar dilakukan di sana.

Panen terbaru dilaksanakan pada Kamis lalu (6/2).

Acara panen kacang kedelai edamame itu dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur Kadiyono.

Pada hari itu, 5 kuintal atau 500 kilogram edamame dipanen di atas lahan seluas 1.430 meter persegi.

Tanaman berasal dari 20 kilogram bibit yang ditanam 67 hari sebelum panen.

Kalapas Lowokwaru Ketut Akbar Herry Achyar mengatakan, panen edamame adalah yang edisi perdana.

“Ada tiga WBP yang bertugas menanam dan merawat tanaman tersebut,” terang dia di sela panen.

Hasil panen edamame perdana itu kemudian dilepas ke pemborong asal Kecamatan Lawang.

Harganya Rp 10 ribu per kilogram.

Pihak Lapas menyediakan lahan 1 hektare untuk edamame.

Artinya, masih ada tanaman yang belum bisa dipanen.

Setidaknya memerlukan waktu 20 hari untuk bisa dipetik.

Total lahan di sarana pembinaan narapidana yang terletak di Desa Maguan, Kecamatan Ngajum itu seluas 20,4 hektare.

Tapi baru 5 hektare yang dimanfaatkan atau ditanami.

Kebanyakan ditanami tanaman sayur seperti kubis manis, kangkung, dan terong.

Untuk Kubis manis sudah pernah dipanen pada 3 Oktober 2024 lalu.

“Yang sebelumnya, panen kubis manis. Hasilnya diperkirakan bisa memenuhi dua peti kemas dan sudah diekspor ke Taiwan,” imbuh Akbar.

Untuk komoditas terong dan kangkung, Akbar menyebut masa panen tidak panjang.

Tanaman kangkung bisa dipetik per 2 hari sekali dengan hasil 80 kilogram.

Kini, Lapas Lowokwaru masih melakukan pengembangan terkait pemanfaatan sisa lahan di SAE Ngajum. (biy/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#lowokwaru #napi #Ngajum #Kota Malang #kacang edamame #Panen #WBP #Sarana Asimilasi dan Edukasi #Lapas Lowokwaru Malang