MALANG KOTA - Di tengah kebijakan efisiensi belanja, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan satu program prioritas tetap berjalan.
Yaitu pembangunan drainase Jalan SoekarnoHatta (Soehat).
Proyek tersebut bakal dimulai Mei mendatang.
Kepastian itu disampaikan Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan.
Dia menjelaskan, anggaran untuk pembangunan drainase Soehat senilai Rp 32 miliar dipastikan aman.
Anggaran itu bersumber dari dana transfer Pemerintah Provinsi (Pemprov)Jawa Timur dan dipastikan sudah tersedia.
Lelang untuk pengerjaan proyek tersebut sudah dilakukan.
Tinggal pelaksanaan pembangunan yang akan dikerjakan setelah Lebaran.
”Setelah keluar kebijakan efisiensi dana infrastruktur, saya langsung kontak Pemprov Jatim. Alhamdulillah dipastikan anggaran aman. Tinggal pengerjaan saja,” tuturnya.
Rencananya, proyek drainase Soehat memiliki panjang panjang 1.841 meter.
Dimulai dari Jalan Candi Panggung hingga Jembatan Soehat.
Ada satu tugas yang diminta Pemprov Jatim kepada Pemkot Malang untuk membantu pengerjaan proyek.
Yakni pemotongan pohon di titik pengerjaan.
”Kami juga akan menyiapkan pengaturan lalu lintas selama pengerjaan drainase,” imbuhnya.
Untuk memantapkan persiapan pengerjaan, Iwan mengaku bakal menggelar pertemuan lanjutan dengan pihak terkait.
Termasuk mengundang Pemprov Jatim pada 12 Februari mendatang.
Momen itu sekaligus digunakan pemkot untuk mengajukan anggaran pembangunan drainase di titik yang lain.
”Dalam pertemuan itu, kami juga mencoba mengajukan anggaran pembangunan drainase Jalan Letjen Sutoyo dan Jalan Bondowoso untuk dimasukkan pada APBD provinsi 2026,” papar pria kelahiran Jakarta itu.
Untuk pengerjaan drainase Soehat, pemkot Malang juga menyiapkan anggaran pendamping.
Jumlahnya Rp 1,6 miliar.
Dana itu akan dimanfaatkan untuk kegiatan operasional pendukung, seperti pemotongan pohon dan pembangunan drainase sekunder.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi menyambut positif kepastian pembangunan drainase Jalan Soehat.
Menurutnya, titik tersebut menjadi salah satu langganan banjir yang belum ada solusinya selama beberapa tahun belakangan.
Tentu ini menjadi kabar baik untuk penanganan banjir Kota Malang.
”Kalau murni menggunakan dana dari APBD Kota Malang jelas terlalu berat. Untungnya dari pemprov tetap bisa turun,” tuturnya. (adk/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana