Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

UM Kukuhkan Muhadjir Effendy Jadi Guru Besar

Aditya Novrian • Kamis, 13 Februari 2025 | 19:40 WIB
DATANG LANGSUNG: Prof Dr Muhadjir Effendy MAP (baju putih) menghadiri reuni akbar UM dengan naik delman. (UM FOR RADAR MALANG)
DATANG LANGSUNG: Prof Dr Muhadjir Effendy MAP (baju putih) menghadiri reuni akbar UM dengan naik delman. (UM FOR RADAR MALANG)

MALANG KOTA - Penasihat Presiden Bidang Haji Republik Indonesia Prof Dr Muhadjir Effendy MAP dikukuhkan menjadi Guru Besar (Gubes) Universitas Negeri Malang (UM) hari ini (13/2).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI periode 2016-2019 dan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) periode 2019-2024 tersebut dikukuhkan sebagai profesor di Bidang Ilmu Sosiologi Pendidikan Luar Sekolah.

Meskipun sudah mendapatkankan surat keputusan (SK) kenaikan jabatan menjadi profesor sebelum menjadi menteri, Muhadjir baru bisa mengikuti pengukuhan hari ini.

”Saat SK (profesor) turun saya dipanggil Pak Jokowi untuk bergabung di kabinet kerja,” kata Muhadjir kemarin.

Sehingga dia tidak memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan pidato pengukuhan.

Namun menurutnya terdapat beberapa keuntungan dari keputusannya menunda pidato pengukuhan.

Saat menjadi Rektor UMM selama tiga periode, dia memberikan berbagai inovasi.

Hingga menjadi Mendikbud RI, Muhadjir dikenal sebagai sosok yang memiliki peran signifikan dalam berbagai kebijakan pendidikan di Tanah Air.

Dengan latar belakang akademik dan pengalaman panjang di dunia pendidikan, Muhadjir membawa berbagai inovasi yang bertujuan meningkatkan pemerataan dan kualitas pendidikan di Indonesia.

Selama di pemerintahan, dia menggagas berbagai kebijakan strategis.

Salah satunya penguatan pendidikan karakter (PPK) yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017.

Program ini unggul pada pembangunan karakter siswa melalui pendekatan berbasis sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Selain itu, dia juga memperkenalkan sistem zonasi pendidikan guna memastikan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh daerah.

”Pendekatan zonasi tidak hanya digunakan untuk PPDB saja, tetapi untuk membenahi berbagai standar nasional pendidikan, mulai dari kurikulum, sebaran guru, hingga kualitas sarana prasarana,” kata Muhadjir.

Dia juga turut mempercepat distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang telah memberikan manfaat bagi 18,69 juta siswa, sebagai bagian dari Program Indonesia Pintar (PIP).

Selain itu, revitalisasi pendidikan vokasi juga menjadi prioritasnya.

Sebagaimana diamanatkan dalam Inpres Nomor 9 Tahun 2016 yang bertujuan meningkatkan daya saing lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di dunia kerja.

Di bawah kepemimpinannya, Muhadjir berhasil membawa Indonesia ke panggung internasional melalui perannya sebagai Presiden Southeast Asian Ministers for Education Organization (SEAMEO) pada 2017-2019.

Di tingkat nasional, ia juga mendorong peningkatan kompetensi siswa melalui berbagai ajang seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), Festival Literasi Sekolah (FLS), dan Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI).

Ketika menjabat Menko PMK, Muhadjir telah banyak menorehkan pencapaian dan penghargaan bergengsi. Salah satunya berhasil menurunkan prevalensi stunting di tanah air.

Indonesia berhasil mengurangi angka stunting sebesar 9,3 persen dalam lima tahun terakhir.

Prevalensi stunting turun tajam dari 30,8 persen pada 2018 (Riskesdas) menjadi 21,5 persen pada 2023.

Setelah pengukuhan, Muhadjir berencana lebih banyak mengajar di UM.

Rektor UM Prof Dr Hariyono MPd mengakui bahwa banyak alumni UM mendapat tugas di kampus lain.

Menurutnya, hal tersebut sangat lumrah terjadi di UM yang merupakan kampus inklusif.

”Sehingga semua warganya berorientasi intelektual, perguruan tinggi yang bisa kemanapun,” tuturnya. (dur/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Universitas Negeri Malang #Kota Malang #pengukuhan guru besar #Muhadjir Efendi