Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Lobi Pusat Garap Drainase Jalan Bondowoso

Bayu Mulya Putra • Rabu, 19 Februari 2025 | 01:00 WIB

Nilai Anggaran Proyek Naik Menjadi Rp 75 M

JANJI MENGAWAL: Drainase di Jalan Bondowoso mangkrak sejak 2013 lalu. Pj Wali Kota Malang membuka kans lanjutan proyek pada 2026.
JANJI MENGAWAL: Drainase di Jalan Bondowoso mangkrak sejak 2013 lalu. Pj Wali Kota Malang membuka kans lanjutan proyek pada 2026.

MALANG KOTA - Rencana pengerjaan drainase di Jalan Bondowoso mengalami sedikit perubahan.

Jumlah anggaran yang diusulkan Pemkot Malang meningkat.

Dari sebelumnya Rp 60 miliar, naik menjadi Rp 75 miliar.

Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan menuturkan, penanganan banjir di titik itu sebenarnya bukan termasuk program prioritasnya.

Namun, karena drainase di Jalan Soekarno-Hatta fixed tertangani dengan anggaran Pemprov Jawa Timur, dia mencoba penanganan dilanjutkan di titik lain.

Salah satu yang menjadi perhatian setelah mendapat informasi dari perangkat daerah terkait yakni banjir di sekitar Jalan Galunggung dan Jalan Bondowoso.

”Kami mencoba mengusulkan bantuan lagi ke Pemprov Jatim maupun APBN,” terangnya.

Usulan itu disampaikan Iwan saat melakukan kunjungan ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Dinas PU SDA Provinsi Jatim dan Dinas PU PRKPCK Provinsi Jatim, pekan lalu.

”Setelah Soehat berhasil mendapatkan dana, kami sekalian memaparkan di Kota Malang masih ada titik lain yang banjir. Alhamdulillah mendapat respons positif,” papar dia.

Menurut dia, Bappenas bakal mencoba mengakomodir usulan dari Pemkot Malang lewat APBN 2026.

”Tahun ini jelas tidak mungkin teralokasi anggarannya. Sehingga kami mencoba untuk dikerjakan tahun depan,” imbuh Iwan.

Sebagai informasi, drainase di Jalan Bondowoso pernah dikerjakan pada 2013 lalu.

Namun karena kontraktor tidak bisa menuntaskan, akhirnya proyek terbengkalai hingga tahun ini.

Sempat ada masalah hukum, namun akhirnya tuntas pada 2024 lalu.

Gambaran secara teknis, kemungkinan besar akan dilakukan pembangunan menggunakan jaringan drainase yang baru.

Dengan demikian, saluran yang dibangun tahun 2013 lalu tidak akan dipakai.

Keputusan itu dilakukan mengingat kondisi saluran lama yang tidak layak.

”Jaringan lama itu tidak menyambung dengan sempurna. Setelah dilakukan uji forensik, beberapa titik terputus. Sehingga dibuat jaringan baru ini berada di atasnya,” jelas pria kelahiran Jakarta itu.

Panjang saluran drainase diperkirakan mencapai 1.312 meter.

Jika terealisasi, diyakini itu akan mengatasi banjir di Jalan Galunggung, Jalan Bondowoso, hingga Jalan Ijen.

Lebih lanjut, meski akan mengakhiri masa jabatan sebagai Pj tanggal 20 Februari mendatang, Iwan mengaku bakal terus mengawal penanganan banjir di Jalan Bondowoso.

”Jadi usulan pembangunan drainase akan disampaikan Bappenas di Rakortekbang (rapat koordinasi teknis perencanaan pembangunan). Nanti saya kawal di sana,” tandas pejabat yang juga berdinas di Kemendagri itu.

Pada 2013 lalu, pembangunan drainase Jalan Bondowoso menggunakan metode jacking (drainase bawah tanah).

Dengan metode itu, saluran drainase lebih aman.

Sebab, tingkat kedalamannya lebih dari metode biasa.

Namun anggaran yang dibutuhkan lebih mahal.

Anggaran yang mahal itu menjadi salah satu penyebab proyek tersebut tidak bisa berlanjut pada 12 tahun yang lalu.

Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Akhdiyat Syabril Ulum mendukung langkah pemkot mengajukan dana ke pemerintah pusat.

Terbatasnya anggaran menjadi masalah.

Dengan mendapat bantuan, APBD bisa digunakan untuk program prioritas lain.

”Perlu ada terobosan dengan terbatasnya anggaran. Karena hubungan baik dengan pemerintah pusat, kami harap ini bisa terealisasikan,” ujarnya. (adk/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#malang kota #Perbaikan Drainase #jalan bondowoso