Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Semeru Team UM Pertahankan Gelar sejak 2018, Calon Anggota Wajib Loyal

Bayu Mulya Putra • Sabtu, 22 Februari 2025 | 00:45 WIB
LANGGANAN JUARA: Tujuh perwakilan Semeru Team menerima hadiah sebagai juara pertama Shell Eco-marathon 2025 Asia-Pacific and the Middle East 2025 di Doha, Qatar, (12/2). (SEMERU TEAM FOR RADAR MALANG)
LANGGANAN JUARA: Tujuh perwakilan Semeru Team menerima hadiah sebagai juara pertama Shell Eco-marathon 2025 Asia-Pacific and the Middle East 2025 di Doha, Qatar, (12/2). (SEMERU TEAM FOR RADAR MALANG)

Sepak Terjang Semeru Team UM, Langganan Juara Kompetisi Lomba Mobil Hemat Energi

Sejak 2018, Semeru Team dari Universitas Negeri Malang (UM) tak pernah absen dari daftar juara Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE). Terbaru, mereka unggul dalam lomba Shell Eco-Marathon Asia-Pacific and The Middle East 2025 di Doha, Qatar, 12 Februari lalu. Tim dari Thailand jadi saingan terberat mereka.

NABILA AMELIA

WAKTU menunjukkan pukul 20.30.

Namun, Gedung C1 Universitas Negeri Malang (UM) masih ramai saat Jawa Pos Radar Malang berkunjung pada Selasa lalu (18/2).

Ada 29 mahasiswa yang hilir mudik untuk mempersiapkan kerangka mobil.

Mereka tergabung dalam Semeru Team Lembaga Semi Otonom (LSO) milik UM yang bergerak di bidang teknologi dan riset mobil hemat energi.

Gedung di sisi selatan UM itu menjadi ’bengkel’ bagi Semeru Team.

Terdiri dari tiga ruangan.

Satu ruangan untuk kantor manajerial dan urusan non-teknik.

Lalu ruangan kedua yang terletak di tengah menjadi tempat untuk membuat desain, menyusun kelistrikan, dan urusan non-teknik lainnya.

Sementara ruangan ketiga digunakan untuk merakit mobil.

Untuk mendukung proses perakitan, Gedung C1 juga dilengkapi dengan sejumlah perkakas.

Ada creality 3D printer di ruangan kedua untuk merakit kerangka yang terbuat dari polymer.

Perkakas di ruangan ketiga tak kalah lengkap.

Deretan kunci pas dengan berbagai ukuran serta gergaji tergantung di dinding.

Juga ada alat bubut yang diletakkan di dekat pintu.

Selain itu, terdapat material penyusun kendaraan.

Mulai dari velg, ban, ruji, aluminium, fiber glass, kampas rem, aki, dial noken as, baterai, hingga kabel.

Driver bersama salah satu perwakilan hendak melakukan race. (SEMERU TEAM FOR RADAR MALANG)
Driver bersama salah satu perwakilan hendak melakukan race. (SEMERU TEAM FOR RADAR MALANG)

”Setiap hari ya seperti ini. Kami biasanya start mengerjakan pukul 20.00,” kata Dharma Maheswara, Ketua Umum Semeru Team UM periode 2023-2024.

Normalnya, proses perakitan berlangsung sampai pukul 23.00.

kalau hasilnya dirasa belum maksimal, anggota tim akan tetap melakukan pengerjaan.

Esok harinya mereka tetap berkuliah.

Bila sudah mendekati jadwal kontes, seperti saat mengikuti Shell Eco-marathon Asia-Pacific and the Middle East 2025 8-12 Februari lalu, mereka bisa setiap hari berkumpul.

Untuk kontes setingkat internasional itu, mereka hanya melakukan persiapan selama dua bulan.

Persiapan dilakukan tepat setelah mengikuti Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) pada Oktober 2024.

Kontes itu diselenggarakan di Sirkuit Carnaval Ancol, Jakarta.

Dalam waktu yang cukup singkat, Semeru Team melakukan berbagai pembenahan dan modifikasi pada interior mobil.

Mobil yang digunakan untuk Shell Eco-marathon berjenis Prototype Internal Combustion Engine (ICE).

Yakni mobil hemat energi yang menggunakan bahan dasar ethanol 100 persen yang diberi nama Kumbolo Evo-3.

Pilihan tim jatuh pada mobil prototype ICE karena sudah langganan juara.

Terhitung sejak 2018, Semeru Team selalu menyabet juara pertama di kategori prototype.

Saat dirintis pada 2016, mereka sudah berhasil meraih juara tiga.

Walau sering juara saat menggunakan prototype, Semeru Team tetap melakukan persiapan secara maksimal.

Sebab, lawan yang dihadapi tidak main-main.

Ada lawan dari Thailand, China, Arab Saudi, Filipina, Pakistan, dan dua kampus asal Indonesia.

Lawan yang menjadi atensi bagi Semeru Team yakni Tim Thailand. Tim dari negeri Gajah Putih tersebut dikenal mumpuni.

Sebab, perkembangan otomotif dan manufaktur di sana cukup pesat.

Karena itu, ada banyak material untuk kendaraan seperti spare part yang bisa menunjang kebutuhan kontes mobil.

Dari sana, para personel belajar untuk mempersiapkan mobil secara maksimal.

Mobil yang digunakan memiliki berat 43 kilogram.

Ada beberapa keunggulan dari desain mereka.

Seperti desain low drag force dan ban yang low rolling resistance.

Persiapan mereka harus rampung pada Desember 2024.

Sebab bulan Januari 2025, mobil harus dikirim ke Lusail International Circuit, Doha, Qatar.

Sebelum dikirim, tim juga sudah melakukan uji coba terhadap mobil.

Uji coba tersebut dilakukan saat dini hari di Jalan Jakarta, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen.

Meski dipersiapkan oleh tim besar, yang akhirnya diterbangkan ke Doha hanya tujuh personel.

Yakni Dharma Maheswara, Bima Putra Pratama, Amrul Khasani, Muhammad Noval Zanuar, Muhammad Tegar Aditiyah, Nanda Dimas Prayoga, dan Adrian Fasa Putra.

Padahal, untuk merakit prototype biasanya diperlukan 14 personel.

Efisiensi personel yang berangkat dilakukan karena biaya untuk mempersiapkan mobil cukup besar.

Belum ditambah biaya pengiriman mobil baik pengiriman keluar maupun pulang yang menghabiskan dana Rp 250 juta.

Kendati demikian, 22 personel lainnya tetap membantu persiapan sampai akhir.

Karena jumlah personel yang sedikit, tim sempat menghadapi tantangan.

Terutama saat menyelesaikan 11 pos yang terdiri dari inspection queue entry, driver’s control, vehicle weight, brakes, dan vehicles dimension.

Lalu ada seat belts, roll bar & exit. Selain itu visibility, mechanical vehicle design, electrical vehicle design, energy verification, hingga final check.

Untuk menyelesaikan seluruh pos, mereka membutuhkan waktu dua hari baru bisa melakukan race atau berkendara di sirkuit.

Selain menyelesaikan tantangan yang ada di setiap pos, Shell Eco-Marathon juga memberikan pengalaman berkesan bagi driver mobil yakni Muhammad Tegar Aditiyah.

Hasilnya, mereka berhasil meraih juara pertama dengan capaian sebesar 1.083 kilometer per liter.

Setelah dari Doha, Semeru Team masih memiliki pekerjaan rumah.

Pada bulan Juli nanti, mereka akan kembali mengikuti KMHE.

”Kami istirahat selama dua minggu setelah dari Doha. Sekarang lanjut mempersiapkan mobil lagi,” ungkap Dharma.

Ada dua mobil yang saat ini sedang dipersiapkan mereka.

Satu adalah mobil prototype dengan roda tiga seperti sebelumnya.

Satu lagi mobil dengan jenis urban concept yang memiliki roda empat.

Selain rutin mempersiapkan mobil, setiap tahun Semeru Team juga selalu melakukan regenerasi personel.

Biasanya ada seleksi kepada mahasiswamahasiswa baru yang berminat untuk bergabung. Mereka dinilai secara kemampuan maupun loyalitasnya. (*/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Universitas Negeri Malang #Shell Echo-marathon #KMHE #Kota Malang #prestasi