MALANG KOTA – Lubang di Jalan Rajasa, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang membuat pengendara terjatuh pada Jumat dini hari (21/2).
Itu menjadi kejadian kedelapan selama dua pekan terakhir.
Untuk mencegah timbulnya korban lainn, warga berinisiatif melakukan penambalan jalan, kemarin (22/2).
Penambalan berlangsung sekitar pukul 09.00. Tepatnya dari arah Jembatan Gadang menuju Jalan Rajasa.
Di sana terdapat lubang dengan kedalaman mencapai 10 sentimeter dan lebar sekitar satu meter.
Penambalan itu dilakukan perangkat RW 5 Kelurahan Bumiayu bersama beberapa warga setempat.
Untuk mendukung proses penambalan, ada warga yang menyumbangkan material semen dan pasir.
”Jadi ini murni swadaya warga. Karena jalan yang berlubang di sekitar Jembatan Gadang tidak kunjung diperbaiki pemerintah,” kata Wakil Ketua RW 5 Muhammad Zainullah.
Menurut Zainullah, sejak adanya pendirian pos untuk memantau oknum yang kerap membuang sampah sembarangan, pihaknya kerap melihat pengendara yang jatuh.
Seperti pada Jumat lalu (21/2) menjelang pukul 03.00.
Korbannya adalah perempuan yang kemungkinan seorang mahasiswi.
Perempuan tersebut jatuh sampai terluka saat melintas menggunakan motor di Jalan Rajasa.
Beruntung, korban perempuan yang terjatuh tidak sampai dibawa ke rumah sakit dan bisa melanjutkan perjalanan.
Namun, hal itu memantik kemarahan dari Zainullah.
Dia bersama seorang warga sempat memasang batang pohon pisang setinggi satu meter pada Jumat malam.
Di pohon itu juga dipasang tulisan yang berbunyi ’Pajak Telat Didenda, Dalan Ajur Dijarno!!’ dan ’Jangan Sampai Aku Berbuah’.
Menanggapi itu, beberapa perangkat kelurahan meminta Zainullah mencabut batang pohon yang dipasang di lubang jalan.
Setelah mendapat protes, pria berusia 43 tahun itu pun berinisiatif untuk menambal jalan.
”Karena sudah banyak korban, kalau pas kena keluarga kita sendiri, di mana hati nuraninya?,” imbuhnya.
Menanggapi keluhan jalan berlubang di Jalan Rajasa, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Kristiyan Bagus Muryanto menyatakan kalau pihaknya melakukan pengecoran sementara.
Pengecoran dilakukan kemarin, menjelang pukul 17.00.
”Pengecorannya kami lakukan di beberapa titik,” sebut dia. Kendati demikian itu masih bersifat sementara.
Sebetulnya, pemkot berencana melakukan perbaikan pada tahun ini.
Namun urung dilakukan karena Jalan Rajasa termasuk satu dari 15 jalan yang batal diperbaiki.
Itu disebabkan anggaran dihapus pemerintah pusat setelah adanya kebijakan efisiensi.
Bagus belum bisa memastikan kapan perbaikan secara utuh bisa dilakukan. (mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana