Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

18 Disabilitas dari Kota Malang Belajar Batik Kontemporer

Bayu Mulya Putra • Selasa, 25 Februari 2025 | 19:15 WIB
PERWAKILAN KECAMATAN: Tiga peserta pelatihan membatik membubuhkan lilin di selembar kain,(24/2). LKP Soendari memimpin pelatihan itu hingga Rabu nanti (26/2). (SATRIA CAHYONO / RADAR MALANG)
PERWAKILAN KECAMATAN: Tiga peserta pelatihan membatik membubuhkan lilin di selembar kain,(24/2). LKP Soendari memimpin pelatihan itu hingga Rabu nanti (26/2). (SATRIA CAHYONO / RADAR MALANG)

MALANG KOTA - Sebanyak 18 disabilitas mengikuti pelatihan membatik di Lembaga Khusus Pelatihan (LKP) Soendari di Jalan Soekarno-Hatta, kemarin (24/2).

Mereka merupakan perwakilan disabilitas dari setiap kecamatan di Kota Malang. 

Peserta pelatihan terdiri dari disabilitas fisik seperti tuna rungu, tuna wicara, tuna daksa, hingga disabilitas intelektual.

Mereka terlebih dahulu mendapat materi dasar terkait batik.

Kemudian melakukan praktik dengan didampingi orang tua masing-masing. 

Kegiatan yang digelar Bidang Industri, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang tersebut akan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu nanti (26/2).

Sugianto, Instruktur Membatik LKP Soendari menyebut, ada perbedaan teknik mengajar membatik pada disabilitas dengan peserta biasanya. 

Mereka dituntut lebih sabar, dan bisa memahami karakter masing-masing peserta.

Beberapa peserta ada yang tidak mau diajari atau diberi arahan.

Sehingga, sebagai instruktur, Sugi harus mencari cara agar mereka tetap nyaman.

”Mereka dibiarkan sesuka mereka, tapi kalau sudah melenceng jauh kita arahkan,” tuturnya. 

Para peserta disabilitas tersebut diajari membuat batik kontemporer.

Tidak menggunakan canting sebagai alat membatik, melainkan menggunakan kuas.

”Karena kalau pakai canting cukup berbahaya bagi mereka,” imbuh dia.

Bahan menggambarnya tetap menggunakan lilin panas. 

Terdapat beberapa teknik yang disampaikan mulai menggambar sketsa terlebih dahulu di kain, atau langsung menorehkan lilin di atas kain.

”Biar mereka menentukan mana yang paling mudah dilakukan,” tambahnya. 

Kepala Bidang (Kabid) Industri Diskopindag Kota Malang Dian Likos menyebut, kegiatan tersebut merupakan usulan dari forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) masing-masing kelurahan.

”Hanya 18 yang ikut, karena menyesuaikan anggaran,” tuturnya.

Dia menyebut, sebenarnya masih banyak warga disabilitas yang berminat mengikuti pelatihan tersebut. 

Mereka akan ditampung pada pelatihan berikutnya. (dur/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#jalan soekarno hatta #pelatihan disabilitas #membatik #Kota Malang