MALANG KOTA - Lima tukang cukur tampak sibuk merapikan rambut anak anak, yang kebanyakan masih duduk di bangku SD dan SMP.
Mereka merupakan santri di Pondok Pesantren Muhammadiyah Al Munawaroh, Kecamatan Kedungkandang.
Kehadiran lima tukang cukur itu dalam rangka gerakan potong rambut gratis.
Kegiatan itu bagian dari program sosial yang rutin diadakan komunitas Gerakan Barber untuk Rakyat (GBUR) setiap hari Jumat.
Para barber yang terlibat dalam kegiatan itu merupakan profesional di bidangnya.
GBUR sendiri telah menjalankan aksi sosial itu selama lima tahun terakhir.
Mereka menyasar berbagai lokasi.
Seperti panti asuhan dan pondok pesantren.
Riko Panca, salah satu penggagas GBUR mengatakan, kegiatan tersebut berangkat dari keinginan dia dan kedua temannya sesama barber untuk beramal.
”Terutama amal dengan kemampuan mencukur kami,” tuturnya.
Untuk itu pihaknya menyasar pesantren dan panti asuhan, yang mungkin tidak memiliki cukup biaya untuk potong rambut secara rutin.
Saat ini, ada sekitar 11 barber yang bergabung dalam gerakan tersebut.
”Ada barber cewek juga, khusus untuk motong rambut anak-anak panti dan ponpes yang cewek,” ungkapnya.
Tidak hanya di Kota Malang, mereka juga ke ponpes dan panti di Kabupaten Malang.
Paling banyak, dalam sehari mereka bisa memotong rambut 100 orang.
Di PP Muhammadiyah Al Munawaroh kemarin saja, ada 50 anak yang mereka layani secara gratis. ”Satu barber bisa memotong rambut 11 orang,” tambahnya.
Gerakan tersebut akan terus digelar ada bulan Ramadan.
”Kami ingin membantu mereka agar tetap percaya diri dan tampil rapi, terutama bagi anak-anak yang tinggal di pesantren dan panti asuhan,” tambahnya. (dur/by)
Editor : Aditya Novrian