MALANG KOTA – Harga emas perhiasan terus mengalami peningkatan sejak awal tahun. Meski demikian, tren penjualan emas memasuki Ramadan tahun ini tetap meningkat. Selain untuk investasi, para pembeli biasanya menggunakan perhiasan saat Hari Raya Idul Fitri. Misalnya yang terpantau di Toko Emas Wahyu Redjo, Mal Olympic Garden (MOG). Peningkatan penjualan sudah dirasakan sejak awal Maret 2025. ”Nanti puncaknya pada H-10 Lebaran,” kata Febri Agus, penanggung jawab toko. Perkiraan itu didasarkan tren peningkatan penjualan yang biasa terjadi menjelang Lebaran setiap tahun. Menurut Febri, peningkatan penjualan bisa sampai 30 persen dibanding hari biasa
Perhiasan yang paling banyak dicari berupa gelang dengan berbagai model. Mulai dari model Korea hingga seri Bottega. Kalung dan juga cincin juga tetap banyak yang membeli. Paling laris adalah perhiasan dengan kadar emas 16 dan 17 karat. Harga jualnya cenderung stabil dan bahkan lebih cepat mengalami peningkatan. Kemarin (5/3), perhiasan dengan kadar emas 17 karat dibanderol dengan harga Rp 1,302 juta per gram. “Harganya baru naik hari ini. Naik sekitar Rp 20 ribu per gram,” terang Febri. Dia menambahkan, sejak Januari hingga awal Maret 2025, harga emas perhiasan terus mengalami peningkatan. Begitu juga dengan harga emas batangan Antam. Menurut Febri, saat ini harganya sudah mencapai Rp 1,7 juta per gram. “Sepertinya tahun ini trennya akan naik terus,” ungkapnya. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang paling dominan dalam menentukan inflasi secara month to month (bulanan) dan year on year (tahunan) pada Februari 2025. Pada periode Januari ke Februari saja, harga emas mengalami kenaikan sekitar 5 persen dan menyumbang inflasi month to month se besar 0,06 persen. (dur/fat)
Editor : A. Nugroho