Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

10 Sampel Takjil dari Beberapa Pasar Takjil di Kota Malang Tak Penuhi Standar Kesehatan

Fathoni Prakarsa Nanda • Minggu, 9 Maret 2025 | 00:30 WIB
PENGECEKAN: Tim sanitarian dari Puskesmas Dinoyo memeriksa sampel takjil dari pedagang untuk mengetahui kandungan bakteri, formalin, boraks, dan pewarna berbahaya. (PUSKESMAS DINOYO FOR RADAR MALANG)
PENGECEKAN: Tim sanitarian dari Puskesmas Dinoyo memeriksa sampel takjil dari pedagang untuk mengetahui kandungan bakteri, formalin, boraks, dan pewarna berbahaya. (PUSKESMAS DINOYO FOR RADAR MALANG)

MALANG KOTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menuntaskan pemeriksaan sampel takjil yang diambil dari para pedagang pada Rabu lalu (5/3).

Total mereka memeriksa 57 sampel makanan dan minuman.

Hasilnya, 10 sampel takjil dianggap tidak memenuhi standar kesehatan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang drg Muhammad Zamroni mengatakan, puluhan sampel itu diambil dari 33 penjual takjil di 13 lokasi.

Yakni pasar takjil di Jalan Surabaya, Jalan Soekarno-Hatta (Taman Krida), depan Bakso Kota Cak Man, dan Jalan Raya Mulyorejo (dekat Terminal Mulyorejo).

Ada juga sampel yang diambil dari pasar takjil di Jalan Bandulan Gang 5, Kelurahan Kauman, Kelurahan Arjosari, Jalan Cisadea, Kelurahan Polehan, Jalan Hamid Rusdi, hingga Jalan Lembayung.

”Kemudian kami melakukan pengecekan bakteriologis, kandungan formalin, boraks, rhodamin B atau pewarna merah, dan methanyl yelow atau pewarna kuning,” jelas Zamroni, kemarin (7/3).

Pengecekan bakteriologis dilakukan terhadap 25 sampel takjil.

Hasilnya, tujuh sampel mengandung bakteri Escherichia Coli. Sedangkan 18 sampai lainnya memenuhi standar kesehatan.

 Jenis sampel takjil yang tidak memenuhi standar itu seperti kuah siomay, tahu gejrot, dan cilok.

Menurut Zamroni, penyebab adanya takjil yang mengandung bakteri Escherichia Coli disebabkan berbagai faktor.

Seperti tempat penyuguhan takjil di ruang terbuka, kebersihan penjual, peralatan, dan bahan yang digunakan.

Selanjutnya, pengecekan kandungan formalin dilakukan terhadap 22 sampel makanan.

Hasilnya, tidak satu pun sampel takjil yang mengandung formalin.

Demikian pula saat dilakukan pemeriksaan kandungan boraks.

Dari 22 sampel yang diperiksa, semuanya dinyatakan aman.

Pengecekan lain dilakukan untuk mengetahui kandungan rhodamin B.

Dari 25 sampel yang dicek, terdapat dua sampel yang mengandung rhodamin B, yakni es blewah.

”Yang terakhir pengecekan kandungan methanyl yellow, ada satu dari 11 sampel yang mengandung pewarna kuning,” beber pejabat eselon III B Pemkot Malang tersebut.

Dengan temuan sampel takjil yang tidak memenuhi standar kesehatan, dalam waktu dekat dinkes bersama puskesmas akan turun lagi ke pasar takjil.

Terutama ke penjual-penjual yang sebelumnya terbukti menjual takjil dengan kandungan bakteri dan pewarna yang berbahaya.

”Kami akan memberi edukasi sekaligus memantau kembali penjual yang menjual takjil tidak sesuai standar kesehatan, apakah mereka sudah berbenah atau tidak,” tandas Zamroni. (mel/fat)

Editor : A. Nugroho
#Pasar Takjil #sampel makanan #Kota Malang #dinkes #cek kesehatan