MALANG KOTA – Mulai Ramadan tahun ini, pasar takjil di tepi Jalan Soekarno-Hatta dipindahkan ke halaman Taman Krida Budaya Jatim.
Cara itu berhasil mengurangi kemacetan lalu lintas akibat warga yang berburu takjil.
Pengunjung yang datang juga lebih leluasa berbelanja karena tempatnya lebih luas.
Pengelola Taman Krida Budaya Jatim, Hendra Surya, mengatakan, setiap hari terdapat sekitar 100 pedagang yang berjualan di pasar takjil tersebut.
Jumlah itu sudah termasuk pedagang lama yang berada di sebelah selatan.
Pengunjungnya juga sangat banyak.
Diperkirakan lebih dari seribu pengunjung per hari.
"Katanya omzet mereka naik sampai 30 persen," tuturnya.
Berdasarkan pengakuan para pedagang, rata-rata mereka mengantongi laba bersih sekitar Rp 300 ribu per hari.
Jika laba bersih 30 persen itu bagian dari omzet, maka per hari para pedagang mendapatkan uang sekitar Rp 1 juta.
Artinya, nilai transaksi di pasar takjil itu mencapai Rp 100 juta per hari.
Bahkan, rata-rata pedagang sudah mendapatkan balik modal sejak tiga hari puasa.
"Jadi sekarang mereka tinggal menikmati keuntungan," ungkapnya.
Hendra menambahkan, sebenarnya masih ada tempat di dalam kompleks Taman Krida yang bisa digunakan untuk berjualan.
Lokasinya agak ke atas atau tepat di depan pintu gedung.
Tapi pihaknya masih membatasi jumlah pedagang agar penjualan mereka lebih maksimal.
Untuk pasar takjil tahun berikutnya, Hendra mengaku akan lebih selektif dalam memilih pedagang.
Yang diutamakan adalah sektor UMKM dan kalangan mahasiswa.
Dia juga berharap pasar takjil tersebut menjadi langkah awal mewujudkan wisata kuliner di Taman Krida Budaya Jatim.
"Selain berfungsi sebagai wadah kegiatan budaya, kami berharap Taman Krida juga turut mengangkat perekonomian di sekitarnya," imbuhnya.
Salah satu pedagang, Nabil Aufarahman, mengaku dalam sehari bisa menjual lebih dari 500 porsi dimsum.
Itu pun ludes sejak pukul 16.00.
"Padahal baru membuka lapak satu jam sebelumnya," tuturnya. (dur/fat)
Editor : A. Nugroho