Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkot Malang Temukan Makin Banyak Minyakita Dicurangi

Fathoni Prakarsa Nanda • Sabtu, 15 Maret 2025 | 00:00 WIB

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (kiri) dan Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin mengecek volume Minyakita kemasan 850 milliliter menggunakan alat ukur di Pasar Bunulrejo (SATRIA CAHYONO/RADAR MALANG).
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (kiri) dan Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin mengecek volume Minyakita kemasan 850 milliliter menggunakan alat ukur di Pasar Bunulrejo (SATRIA CAHYONO/RADAR MALANG).

Sidak Pasar, Pemkot Temukan Volume Migor Tak Sesuai Takaran

MALANG KOTA – Pantauan terhadap minyak goreng merek Minyakita yang beredar di pasaran makin diketati.

Sebab, akhir-akhir ini banyak produk Minyakita yang dijual tidak sesuai takaran.

Hal itu juga ditemukan pada kegiatan sidak Pemkot Malang bersama jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) di Pasar Bunulrejo, Jalan Hamid Rusdi, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing.

Sidak kemarin dipimpin langsung oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wakil Wali Kota Ali Muthohirin.

Baca Juga: Fakta Miris Penyunatan MinyaKita, Polri Tetapkan Satu Tersangka Usai Penyidikan dan Sita 10.560 Liter Minyak Goreng

Mereka mendatangi dua toko yang menjual minyak.

Yakni Toko Asri dan Toko Azza. 

Rombongan langsung memeriksa Minyakita kemasan botol 850 milliliter, kemasan 1 liter, hingga kemasan refill atau isi ulang.

Pemeriksaan dilakukan menggunakan tabung kaca pengukur kalibrasi.

Baca Juga: Pemkot Malang Dapati Penyusutan Volume Minyakita di Pasar Sawojajar dan Madyopuro

Satu per satu, minyak dari dalam botol dituang ke alat kalibrasi oleh jajaran forkopimda.

Mulai Wahyu Hidayat, Ali Muthohirin, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita, hingga Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Aris Gunawan.

Wahyu menjelaskan, Minyakita yang dia ukur memiliki selisih kurang 13 milliliter.

Sedangkan yang dicek Ali Muthohirin malah lebih parah.

Dari botol kemasan 850 milliliter ternyata isinya hanya 755 milliliter.

Artinya ada selisih kurang sebanyak 95 milliliter.

Hasil sidak Minyakita di Pasar Bunulrejo.
Hasil sidak Minyakita di Pasar Bunulrejo.

Begitu juga yang diperiksa Letkol Arm Aris Gunawan.

Dari yang seharusnya berisi 850 milliliter, ternyata hanya berisi 800 milliliter.

Artinya ada selisih kurang 50 milliliter.

Pada kesempatan itu juga dilakukan pengecekan mereka lain sebagai perbandingan, sekaligus menunjukkan bahwa alat ukur yang digunakan benar-benar valid.

Minyakita yang dicek di Pasar Bunulrejo kemarin diproduksi oleh perusahaan di Malang.

Baca Juga: Minyakita di Kota Malang Sudah Sesuai Takaran

Itu terlihat dari nama perusahaan yang tertera di label kemasan.

Temuan itu membuktikan bahwa isu pengurangan volume Minyakita terbukti di berbagai daerah.

Meskipun produsennya adalah perusahaan yang berbeda-beda.

Atas temuan semacam itu, Wahyu meminta aparat penegak hukum (APH) segera melakukan penyelidikan.

Apalagi di Kota Malang sudah pernah ditemukan kasus serupa, dan ternyata masih berulang.

Misalnya pada 10 Maret lalu, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang sudah terlebih dulu terjun ke dua pasar.

Yakni Pasar Madyopuro dan Pasar Sawojajar.

Dalam pemeriksaan di dua pasar itu, diskopindag mengambil tujuh sampel Minyakita kemasan botol ukuran 1 liter.

Hasilnya, ada yang berisi 0,99 liter dan 0,95 liter.

Kurangnya volume minyak dari takaran normal itu sudah dilaporkan ke pihak yang berwenang.

Baca Juga: Minyakita Edarkan Produk Tak Sesuai Takaran, Kementerian Perdagangan Langsung Turun Tangan

Sementara itu, Anggota Satgas Pangan Polresta Malang Kota Ipda Jeri Subandrio menambahkan, pihaknya juga melakukan pengecekan Minyakita kemasan refill atau isi ulang di Toko Asri.

Meski kurang dari ukuran sebenarnya, polisi menganggap temuan di Toko Asri masih berada dalam ambang batas toleransi.

”Selisihnya hanya 8-10 milliliter, sementara ambang batasnya 12 milliliter,” sebut dia.

Kemudian untuk minyak di Toko Azza, pihaknya menemukan selisih yang berada di luar ambang atau toleransi.

Baca Juga: Distributor Kirim Langsung Minyakita ke Empat Pasar di Malang

Yakni minyak-minyak yang diukur langsung Wali Kota Wahyu Hidayat dan Wawali Ali Muthohirin.

Jeri menambahkan, sebenarnya ada tiga merek minyak goreng dalam kemasan yang diperiksa kemarin.

Selain Minyakita, tim juga mengecek volume minyak goreng merek Fortune, dan Sunco.

Hasilnya sesuai dengan yang tertera di kemasan.

”Ukurannya pas satu liter,” terang lelaki yang juga menjabat sebagai Kanit III Satreskrim Polresta Malang Kota tersebut.

Setelah proses pengukuran volume minyak goreng selesai, polisi menyita botol kemasan yang terdapat tulisan nama produsen, Yakni CV LPKNI Malang.

Total ada dua sampel yang dibawa satgas pangan.

Nantinya, polisi berencana memanggil distributor untuk melakukan klarifikasi.

Baca Juga: Rantai Distribusi Jadi Penyebab Harga Minyakita di Kota Malang Naik

Tak hanya di Pasar Bunulrejo, pemkot dan Forkopimda Malang juga berkunjung ke salah satu pasar modern, yakni Hypermart.

Mereka memeriksa volume minyak goreng dengan alat ukur yang sama.

Hasilnya, isi seluruh produk minyak goreng yang dijual sudah sesuai takaran.

“Kalau di pasar modern, kami lebih bersifat memberikan imbauan terhadap produk-produk parsel yang dijual. Tujuannya agar tidak ada produk makanan dan minuman di dalam parsel yang kedaluwarsa,” tandasnya. (mel/fat)

Editor : A. Nugroho
#Pemkot Malang #sidak pasar #malang #MinyaKita #Kecurangan takaran