MALANG KOTA – Menjelang arus mudik, kondisi kesehatan para sopir bus di Terminal Arjosari makin dipelototi.
Kemarin (20/3), giliran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang yang melakukan pemeriksaan kesehatan.
Total ada 111 sopir bus yang menjalani empat pemeriksaan kesehatan.
Baca Juga: Update Kasus Kecelakaan Maut di Kota Batu, Sopir Bus Sakhindra Trans Resmi Tersangka
Pemeriksaan kesehatan itu dimulai pukul 09.00 sampai 14.00.
Yang pertama yakni pemeriksaan alkohol, gula darah, tensi, serta NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya).
”Kami memeriksa sebanyak 111 sopir bus. Jumlah tersebut kami genapkan juga dalam rangka menyambut HUT Kota Malang yang ke-111,” kata Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif.
Hasil pemeriksaan terbagi menjadi tiga kategori.
Yakni tidak layak jalan, layak jalan dengan catatan, serta layak jalan.
Menurut Husnul, sebagian besar sopir bus dinyatakan layak jalan.
Namun ada pula yang layak jalan dengan catatan.
Misalnya saja sopir yang tekanan darah di atas 140 atau mengalami kondisi hipertensi skala menengah.
”Biasanya kondisi tersebut terjadi karena sopir kurang istirahat,” imbuh pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.
Husnul melanjutkan, pemeriksaan kesehatan secara lengkap penting dilakukan.
Tujuannya agar pengguna bus merasa aman dan nyaman selama perjalanan.
Itu dibuktikan melalui surat layak sehat untuk mengemudi.
Surat tersebut berlaku mulai 23 Maret sampai 8 April.
Baca Juga: Pemerintah Siap Luncurkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis pada Februari 2025
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Malang drg Muhammad Zamroni menambahkan, selain empat jenis pemeriksaan kesehatan, pihaknya juga merekomendasikan agar seluruh sopir mengikuti cek kesehatan gratis (CKG).
Itu dilakukan di puskesmas di tempat tinggal masing-masing.
Imbauan lainnya berupa pesan kepada Perusahaan Otobus (PO).
Jika sopir dalam kondisi tidak sehat, bisa digantikan oleh sopir pengganti.
Baca Juga: Pengunjung CFD Malang Serbu Pemeriksaan Kesehatan Gratis Dies Natalis FK UB
”Selain itu, kami juga memberi tambahan multivitamin dan obat-obatan bagi sopir yang membutuhkan,” terang Zamroni.
Sementara itu, Kepala Terminal Tipe A Arjosari Maria Margareta mengatakan kalau pemeriksaan kesehatan tidak hanya dilakukan sekali.
Sebelumnya juga ada pemeriksaan alkohol yang diselenggarakan Polda Jawa Timur pada 17 Maret lalu.
”Kalau untuk pemeriksaan yang dengan Polda, semua sopir dinyatakan layak jalan,” tegasnya. (mel/by)
Editor : A. Nugroho