MALANG KOTA - Selama bulan Ramadan, Pasar Klojen buka sampai malam hari.
Tepatnya sampai pukul 20.00.
Sayangnya, upaya itu belum bisa menarik banyak pengunjung yang datang pada sore dan malam hari.
Alasannya karena banyaknya pedagang takjil di luar pasar.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Wamendagri Minta Pemda Aktif Cek Stok Pangan di Pasar
Sehingga banyak pengunjung yang enggan masuk ke dalam pasar.
Salah satu pedagang Akbar Fani mengatakan, pembeli di tempatnya masih lebih banyak ketika pagi hari dibanding sore dan malam hari.
”Kalau pagi bisa habis sampai lima kilogram adonan,” kata penjual kue lumpur tersebut.
Sementara saat sore dan malam hari, dia hanya membutuhkan sekitar tiga kilogram adonan.
Baca Juga: Gelar Pasar Murah, Bakorwil III Malang Sediakan 1 Ton Beras dalam Sehari
Faktor cuaca yang sering hujan juga menjadi salah satu penyebab Pasar Klojen sepi saat sore dan malam hari.
”Kalau dihitung malah lebih ramai sebelum puasa,” tuturnya.
Dia mengaku kebanyakan pembeli di tempatnya berasal kalangan mahasiswa dan keluarga.
Akbar hanya buka sampai malam saat bulan Ramadan saja.
Sementara bulan-bulan berikutnya, dia akan kembali berjualan pada pagi hari saja.
Atika, pedagang lainnya mengatakan bahwa pengunjung lebih memilih berburu takjil di luar area pasar.
”Sebagian besar pembeli lebih tertarik membeli takjil di luar pasar karena lebih banyak pilihan dan lebih dekat dengan jalan utama,” kata dia.
Baca Juga: Ajendam V/Brawijaya Bakal Rutin Gelar Pasar Murah di Malang
Selain itu jalanan yang sempit karena terpotong untuk parkir kendaraan juga membuat pengunjung malas untuk berhenti di Pasar Klojen.
Atika, yang menjual Mie Cendana tersebut memilih buka pada pagi hari saja.
Sebab, saat buka pada sore hari, dia merasakan penurunan pembeli.
Dia lebih memilih menyewa stand bazar di tempat lain untuk berjualan pada waktu itu. (dur/by)
Editor : A. Nugroho