MALANG KOTA – Arus mudik Lebaran bakal terlihat mulai pekan ini. Dinas Perhubungan (Dishub) memprediksi besok (24/3) pemudik mulai berangkat.
Mengingat sebagian instansi menerapkan work from anywhere (WFA) sesuai anjuran dari pemerintah.
Dishub pun mulai melakukan sejumlah antisipasi.
Salah satunya yakni memetakan titik rawan macet.
Ada enam titik yang diprediksi rawan macet (selengkapnya baca grafis).
Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, pemetaan itu dilihat dari kecenderungan kendaraan yang melintas.
“Misalnya di Jalan Ahmad Yani, di situ mayoritas kendaraan dari exit tol Singosari,” ujar dia kemarin.
Untuk mengurai kepadatan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Malang Kota.
Tak ada rekayasa lalu lintas (lalin) yang dilakukan.
Pihaknya memprediksi arus mudik tahun ini akan lebih terurai.
“Adanya penerapan WFA kemungkinan sedikit mengurai. Kami memprediksi 200 ribu-an kendaraan melintas setiap hari,” kata pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.
Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono mengatakan, sebanyak 550 personel gabungan bakal dikerahkan saat arus mudik Lebaran.
Meliputi sebanyak 250 personel kepolisian.
“Lainnya ada dari unsur TNI, Pemkot Malang, dan komunitas masyarakat. Jadi semua berkolaborasi bersama,” ujar dia.
Selain mengerahkan personel gabungan, Polresta Malang Kota juga mendirikan empat pos.
Terdiri dari tiga pos pengamanan atau pospam di Jalan Ahmad Yani dekat Malang Creative Center (MCC), exit tol Madyopuro, serta simpang tiga Jalan Soekarno-Hatta dekat jembatan Universitas Brawijaya.
Satu lagi adalah pos pelayanan atau posyan.
Lokasinya berada di depan Stasiun Malang Kota Baru.
“Seluruh pos kami siagakan selama 24 jam. Namun, khusus untuk posyan ada fasilitas yang lengkap seperti tempat istirahat, ruang kesehatan, dan tempat bermain anak,” jelas lelaki yang pernah menjabat sebagai Kapolres Banyuwangi tersebut.
Nanang melanjutkan, untuk puncak arus mudik diprediksi berlangsung pada 28 Maret.
Sebab waktu tersebut menjadi hari pertama cuti bersama disusul dengan Hari Raya Nyepi.
Nanang menambahkan, pihaknya juga mengimbau kepada warga Kota Malang yang berencana mudik ke luar kota.
Jika rumah ditinggal, hendaknya melapor ke perangkat setempat seperti RT atau RW.
“Jadi supaya dilakukan patrol keamanan untuk mencegah aksi kriminalitas,” tegasnya. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho