Info Terbaru yang Didapat Pemkot dari Kementerian
PU MALANG KOTA - Rencana perbaikan Pasar Besar (Pabes) memasuki babak baru.
Proses pengerjaannya kemungkinan bakal dilakukan selama dua tahun.
Informasi itu didapat setelah Pemkot Malang bertemu dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pekan lalu.
Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menuturkan, sebelumnya anggaran perbaikan Pabes dihapus oleh pemerintah pusat.
Itu sesuai dengan program efisiensi belanja di bidang infrastruktur.
Dalam perkembangannya, Ali mengatakan bahwa anggaran tersebut dikembalikan.
Termasuk dana perbaikan Pabes.
Sehingga, Pemkot Malang bertemu Kementerian PU untuk memastikan pengerjaan dilakukan tahun ini atau tahun depan.
”Anggaran infrastruktur senilai Rp 20 triliun dikembalikan ke PU. Di dalamnya termasuk untuk perbaikan Pasar Besar. Jadi kabar baiknya anggaran perbaikan tahun ini akan turun sebagian, kemudian dilanjut kan lagi tahun 2026,” jelas Ali.
Kepastian anggaran yang dicairkan tahun 2025 akan diumumkan Kementerian PU pada bulan Juni mendatang.
Sebagai informasi, anggaran total yang akan dikucurkan untuk perbaikan Pabes senilai Rp 250 miliar.
Ali menyatakan, belum ada rumusan dana yang dikucurkan tahun 2025.
Seperti 30 persen terlebih dahulu, atau 50 persen dari total anggaran yang dibutuhkan.
”Kami masih menunggu, nanti yang menentukan anggaran tahun ini pemerintah pusat,” imbuhnya.
Alumnus UMM itu menambahkan, dalam pertemuan dengan kementerian, pihaknya mendapat beberapa catatan.
Pemkot Malang diminta untuk melengkapi proses perizinan.
Seperti Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dan analisis dampak lalu lintas.
Kemudian yang menjadi perhatian pemerintah pusat yakni jaringan listrik.
Sebab, jaringan listrik itu menjadi penyebab kebakaran pasar tersebut beberapa tahun lalu.
”Kami diminta fokus utamanya ke jaringan kelistrikan. Agar tidak terjadi lagi kebakaran,” papar politisi PSI itu.
Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Arief Wahyudi menuturkan, rencana perbaikan itu harus jalan terus.
Sebab dengan kondisi sekarang, jalan satu-satunya harus ada perbaikan total.
Menurut dia, Pemkot Malang harus terus proaktif kepada pemerintah pusat untuk memastikan anggaran segera dikucurkan tahun ini.
Terkait masih ada penolakan pedagang, Arief menyebut bila itu adalah hal yang wajar.
”Selain pendekatan ke pemerintah pusat, harus juga mendekati pedagang yang menolak. Mereka harus mendapat sosialisasi yang penuh terkait rencana perbaikan ini,” tegasnya. (adk/by)
Editor : A. Nugroho