MALANG KOTA - Sebanyak 8.154 warga menggunakan kereta api (KA)di Stasiun Malang, kemarin (28/3).
Rinciannya terdiri dari 4.020 penumpang yang berangkat dan 4.134 penumpang yang turun.
Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak selama masa angkutan Lebaran 2025.
Baca Juga: Sehari, 3.991 Warga Tiba di Stasiun Malang
PT KAI Daop 8 mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan layanan kereta api KA mulai 21 hingga 28 Maret.
Selama periode itu, ada 56.265 penumpang yang berangkat dari Stasiun Malang.
Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan, data itu diambil kemarin pukul 09.00.
Karena itu, jumlahnya masih akan terus bertambah.
”Para pelanggan didominasi dengan KA tujuan Jakarta, Yogyakarta, serta Ketapang,” tuturnya.
Baca Juga: Jalur Kereta Stasiun Gubug Kembali Tergenang Banjir, Kereta Mengalami Keterlambatan
Sementara KA jarak jauh mayoritas relasi Malang - Ketapang, KA Malioboro Ekspres relasi Malang - Yogyakarta, KA Jayabaya relasi Malang - Pasar Senen, dan KA Gajayana relasi Malang - Gambir.
Sebagai langkah antisipasi ramainya puncak arus mudik, Luqman menyarankan pelanggan untuk berangkat lebih awal menuju stasiun.
Tujuannya untuk mengantisipasi kemacetan di jalan menuju stasiun.
KAI Daop 8 Surabaya juga mengimbau seluruh pelanggan untuk memastikan identitas resmi dan tiket perjalanan.
”Sebagai alternatif, pelanggan juga dapat memanfaatkan layanan face recognition yang tersedia di berbagai stasiun wilayah Daop 8 Surabaya,” tambahnya.
Stasiun tersebut di antaranya di Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasar Turi, dan Stasiun Malang.
Dengan teknologi tersebut, proses boarding menjadi lebih praktis tanpa perlu menunjukkan tiket fisik atau identitas.
Baca Juga: Libur Panjang, 34 Ribu Penumpang Padati Stasiun Malang Kota Baru
Luqman menambahkan selama masa angkutan Lebaran 2025, setiap hari Stasiun Malang memberangkatkan 13 KA jarak jauh.
Terdiri dari 11 KA jarak jauh regular dan 2 KA jauh tambahan.
”Total tempat duduk yang disediakan per hari berjumlah 6.614 tempat duduk,” tutup Luqman. (dur/by)
Editor : A. Nugroho