Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pukul 12.00 Kepanasan di Perbatasan Kalteng, Pria Ini Mudik ke Malang dengan Road Bike 300 Km

Fathoni Prakarsa Nanda • Minggu, 30 Maret 2025 | 07:25 WIB
PENGALAMAN PERTAMA: Givari Joko Wali tiba di pelabuhan trisakti Banjarmasin setelah bersepeda selama 5 jam ke Malang (26/3). Setelah naik kapal ke tanjung  perak. (GIVARI JOKO WALID FOR RADAR MALANG)
PENGALAMAN PERTAMA: Givari Joko Wali tiba di pelabuhan trisakti Banjarmasin setelah bersepeda selama 5 jam ke Malang (26/3). Setelah naik kapal ke tanjung perak. (GIVARI JOKO WALID FOR RADAR MALANG)

Sudah 1,5 tahun terakhir Givari Joko Wali bekerja di luar pulau. Tepatnya di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Lebaran kali ini, Givari memilih mudik ke kampung halaman di Kota Malang menggunakan road bike.

NABILA AMELIA

BARU empat bulan terakhir Givari gemar bersepeda.

Tepatnya sejak bergabung di Komunitas Road Bike Palangka Raya pada Desember 2024.

Namun, dia sudah berani mudik menggunakan road bike dari Palangka Raya ke rumah orang tuanya di Kelurahan Kebonsari, Kelurahan Sukun, Kota Malang.

Baca Juga: Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kota Malang Butuh Support Perlengkapan Latihan

Selama bergabung di Komunitas Road Bike Palangka Raya, Givari belum pernah menjumpai rekan rekannya yang lain mudik menggunakan sepeda.

Kebanyakan mereka menyukai rute dari Jalan Bukit Raya Palangka Raya ke Banjar yang jaraknya sekitar 199 kilometer.

”Makanya saya mencoba tantangan lain. Menaklukkan rute se panjang 300 kilometer dari Palangka Raya ke Malang,” ujarnya.

Baca Juga: Dua Pencuri Speasialis Sempat Buron, Maling Road Bike Tertangkap Polisi di Surabaya

Untuk mempersiapkan perjalanan mudik itu, Givari melatih kekuatan selama hampir dua bulan.

Dimulai dari Februari sampai pekan ketiga Maret lalu, dia rutin bersepeda setiap hari sejauh 40-50 kilometer.

Kemudian menjaga pola makan dan memperbanyak protein untuk membentuk massa otot.

”Yang terakhir menjaga pola tidur selama tujuh jam. Karena kalau kurang tidur akan membuat detak jantung tidak stabil dan cepat lelah,” terang lelaki yang bekerja di lembaga konservasi selama 1,5 tahun terakhir tersebut.

Lima hari sebelum keberangkatan, Givari meningkatkan porsi latihan.

Dalam dua hari dia rutin bersepeda dengan jarak 100 kilometer.

Tiga hari sisanya digunakan untuk beristirahat guna menjaga stamina.

Baca Juga: Admin Instagram Juventus Mudik ke Malang, Upload Karikatur Yildiz Pulang Kampung ke Bumi Arema

Dia juga memastikan seluruh komponen sepeda benar-benar siap.

Pada 26 Maret 2025, Givari memulai keberangkatan mudik pada pukul 06.00.

Dia sengaja tidak mengabari orang tuanya yang tinggal di Kelurahan Kebonsari.

Baca Juga: 325 Warga Manfaatkan Mudik Gratis yang Dibuka BUMN di Kota Malang

Melainkan langsung tancap gas ke Pelabuhan Trisakti di Jalan Barito Hilir, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Selama perjalanan menuju pela buhan, pria 29 tahun itu melewati jembatan-jembatan yang meng hubungkan tiga sungai besar.

Yakni Sungai Kayan, Sungai Kapuas, serta Sungai Barito.

Baca Juga: Sanusi Berangkatkan 365 Peserta Mudik Gratis di Kabupaten Malang

Salah satu jembatan yang dilewati Givari adalah Jembatan Tumbang Nusa.

Sembari mengayuh sepeda, Givari mengamati lebih mendalam jembatan yang membentang di atas area lahan gambut itu.

Kadang dia juga melewati jalanan rusak dan berlubang.

Akhirnya, target bersepeda dengan kecepatan rata-rata sekitar 35 kilometer per jam tidak bisa terpenuhi.

Givari juga melihat kawasan permukiman yang tergenang.

Perjalanan itu pun semakin menarik karena Givari bisa mengamati fenomena sosial dan lingkungan yang terjadi di masyarakat.

Baca Juga: Bank Jatim Kawal Mudik Gratis Pemkab Malang, Ratusan Takjil Dibagikan

”Apalagi latar belakang pekerjaan yang saya tekuni berbasis sosial masyarakat. Sehingga apa yang terlihat di sepanjang perjalanan, menarik untuk saya,” terangnya.

Alumnus Jurusan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Malang (UMM) 2015 itu tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin pada tengah hari.

Kemudian dia menumpang Kapal Dharma Laut Utama (DLU) menuju Pelabuhan Tanjung Perak.

Baca Juga: Jaga Stamina saat Mudik, Menkes Imbau Istirahat Rutin Setiap 5 Jam untuk Menghindari Kecelakaan

Perjalanan laut berlangsung selama 18 jam.

Kapal itu tiba di Pelabuhan Tanjung Perak pada 27 Maret 2025 sekitar pukul 15.00.

Setelah turun dari kapal dan melakukan persiapan, Givari melanjutkan perjalanan menuju Malang menggu nakan road bike lagi.

Baca Juga: Lalu Lintas Masih Landai hingga Hari Ketiga Arus Mudik di Singosari Malang

Waktu yang ditempuh sekitar 3,5 jam.

”Akhirnya saya sampai di Malang pukul 18.30,” ungkapnya.

Kedua orang tuanya sedikit terkejut melihat sang putra pulang menggunakan sepeda pancal.

Namun mereka tidak mempermasalahkan karena tahu betul watak Givari.

”Sampai di rumah, sepeda juga tidak mengalami masalah. Begitu juga kondisi saya. Baik baik saja,” imbuhnya.

Yang agak berat justru pada saat berada di perbatasan Kalimantan Tengah.

Givari merasakan panas yang luar biasa.

Sebab, waktu itu jarum jam menunjukkan pukul 12.00. Agar tidak dehidrasi, selama perjalanan dia tidak menjalankan puasa. (*/fat)

Editor : A. Nugroho
#mudik #Kota Malang #palangkaraya #road bike