Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Subsidi Distop, Penjualan Mobil Listrikl Turun Drastis

Bayu Mulya Putra • Minggu, 30 Maret 2025 | 16:46 WIB
PEMINAT MENURUN: Dealer motor listrik E-Bike di Jalan Letjen Sutoyo, Blimbing menyajikan beberapa diskon untuk menarik minat pembeli.
PEMINAT MENURUN: Dealer motor listrik E-Bike di Jalan Letjen Sutoyo, Blimbing menyajikan beberapa diskon untuk menarik minat pembeli.

MALANG KOTA – Sejak subsidi dihentikan pemerintah pada Januari lalu, penjualan motor listrik (Molis) di Kota Malang mengalami penurunan.

Beberapa dealer mulai mengeluhkannya.

Untuk diketahui, sebelumnya ada insentif subsidi hingga Rp 7 juta per unit dari pemerintah.

Subsidi molis berupa potongan pembelian yang sebelumnya diberikan hanya sampai Desember 2024.

Subsidi tersebut sempat meningkatkan penjualan molis pada tahun lalu.

Ada lebih dari 350 unit yang tersalurkan di Kota Malang.

Beberapa pedagang mengaku bahwa dalam sebulan mereka hanya mampu menjual beberapa unit saja.

“Sebelumnya, dengan adanya subsidi, dalam sebulan kami bisa menjual puluhan unit. Tapi sekarang, paling hanya lima sampai sepuluh unit,” tutur Kepala Toko United Motor Listrik Malang Faizal Haki.

Alasan utama penurunan tersebut adalah harga molis yang kembali terasa mahal bagi sebagian besar masyarakat.

Selain itu, terbatasnya infrastruktur pendukung seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga menjadi kendala.

Itu membuat calon pembeli berpikir ulang sebelum beralih ke kendaraan listrik.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian sempat menyebut bahwa subsidi molis masih dalam tahap evaluasi.

Belum ada kepastian kapan program tersebut akan kembali diberlakukan.

Faiz berharap subsidi molis bisa terus berlanjut, meski tidak diberikan dalam bentuk potongan pembelian.

“Bisa jadi subsidi yang diberikan akan sama dengan mobil listrik, yakni pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN),” ungkapnya.

Di tempat lain, Store Manager Mr E-Bike Yulia juga mengakui bila penjualan di tokonya mengalami penurunan drastis.

”Penurunannya ya lumayan banyak,” tuturnya.

Namun dia mengatakan angka penurunan tidak sampai 50 persen.

Itu terjadi karena beberapa merek memberikan diskon khusus.

Seperti merek Polytron dan Uwinfly.

Dengan cara itu, minat masyarakat bisa sedikit terjaga.

Namun, Yulia tetap berharap ada kebijakan baru yang dapat menggairahkan kembali pasar motor listrik di tanah air dan di Kota Malang. (dur/by)

Editor : A. Nugroho
#penjualan #Subsidi #dealer #distop #penurunan #mobil listrik #Januari #dihentikan