MALANG KOTA – Volume sampah saat Lebaran diprediksi meningkat.
Peningkatan diperkirakan mencapai 70 ton per hari.
Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan menyiagakan personel hingga fasilitas pengangkutan sampah.
Kepala DLH Kota Malang Noer Rahman Wijaya mengatakan, pada waktu normal volume sampah di Kota Malang berkisar antara 511 ton sampai 512 ton.
Namun saat Lebaran diperkirakan menjadi 580 ton per hari.
Menurut Rahman, peningkatan tetap bisa terjadi karena mobilitas masyarakat.
Jumlah orang yang pergi keluar kota hampir sebanding dengan jumlah orang asli Kota Malang yang pulang kampung.
”Belum lagi silaturahmi atau agenda kumpul-kumpul dengan keluarga yang digelar saat Lebaran. Tentu berpotensi menimbulkan lonjakan sampah,” ucap dia.
Baca Juga: Drainase Soekarno-Hatta Kota Malang Tersumbat Sampah dan Endapan
Rahman menyebut, biasanya peningkatan volume sampah sudah terlihat sejak sepekan sebelum Lebaran.
Karena itu, selama Lebaran nanti pihaknya akan tetap menyiagakan personel, 59 tempat pembuangan sementara (TPS), dan fasilitas pengangkutan sampah.
”Untuk jumlah personel yang kami siagakan sekitar 437 orang. Mereka akan tetap bertugas setiap hari secara bergiliran,” tegas pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.
Lelaki yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang itu berharap nan tinya para petugas di lapang an bisa membagi waktu.
Dengan demikian saat dibutuhkan tidak ada kekosongan.
Di samping kesiagaan personel dan fasilitas, DLH juga berencana menerbitkan surat edaran (SE).
Surat tersebut berisi lokasi-lokasi yang rawan terjadi lonjakan sampah.
Antara lain di Stasiun Malang, Terminal Arjosari, dan tempat-tempat keramaian lainnya. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho