Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

71 Warga Masuk Daftar Antrean Bantuan Bedah Rumah Baznas

Bayu Mulya Putra • Jumat, 4 April 2025 | 15:00 WIB
IKUT DIBANTU WARGA: Salah satu rumah tak layak huni yang mendapatkan bantuan bedah rumah dari Baznas Kabupaten Malang.
IKUT DIBANTU WARGA: Salah satu rumah tak layak huni yang mendapatkan bantuan bedah rumah dari Baznas Kabupaten Malang.

MALANG KOTA - Puluhan hunian menunggu bantuan bedah rumah dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang.

Tahun ini, jumlah bangunan yang belum diperbaiki sebanyak 71 rumah.

Jumlahnya cukup banyak karena per tahun Baznas hanya bisa memperbaiki sekitar 30 rumah.

Wakil III Bagian Perencanaan, Pelaporan, Pengelolaan Baznas Kota Malang Sulaiman mengakui, jumlah hunian yang mengantre bedah rumah terus bertambah tiap tahun.

”Setelah kami perbaiki hingga akhir tahun 2024 tinggal 56 rumah.

Kemudian tahun ini ada tambahan lagi 15 rumah yang mengajukan perbaikan,” ujar Sulaiman.

Dia menerangkan, kemampuan bedah rumah itu didasarkan pada perolehan Zakat Infaq Sodaqoh (ZIS) Baznas.

Program dari Baznas juga tidak hanya berkaitan dengan perbaikan hunian.

Ada beberapa program lain seperti beasiswa, santunan anak yatim, dan pengelolaan koperasi tanpa bunga.

”Jadi dibagi-bagi pendapatan dari ZIS itu. Semakin banyak tentu akan lebih banyak hunian yang bisa kami bedah,” jelasnya.

Terkait kriteria bedah rumah, Sulaiman menyebut hampir sama dengan program yang dijalankan Pemkot Malang.

Seperti rumah tersebut fondasinya tidak kuat, kemudian terlalu lembap yang membahayakan kesehatan penghuni.

Kemudian, lahan rumah itu tidak boleh ada sengketa dan jelas pemiliknya.

”Kami juga mengecek ke lingkungan mereka. Bedah rumah ini harus mendapatkan persetujuan dari RT, RW hingga kelurahan,” paparnya.

Baznas memastikan hunian warga yang mengantre bedah rumah tidak sama dengan data di Pemkot Malang.

Setiap tahun dilakukan pengecekan data bersama agar tidak ada warga yang mendapatkan bantuan dua kali.

”Satu rumah itu mendapat biaya renovasi Rp 20 juta,” pungkas Sulaiman. (adk/by)

Editor : Aditya Novrian
#bedah rumah #Bantuan #Kota Malang #Baznas