MALANG KOTA - Erupsi Gunung Semeru yang terjadi mulai 3 April lalu mulai membawa dampak.
Sebagian masyarakat mulai merasakan abu vulkanik.
Seperti dirasakan warga di tiga kelurahan di Kecamatan Kedungkandang.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang Surya Adhi Nugroho mengatakan, tiga kelurahan yang dimaksud yakni sebagian Kelurahan Cemorokandang, Kelurahan Lesanpuro, dan Kelurahan Madyopuro.
Baca Juga: Terdapat 59 Titik Ladang Ganja Ditemukan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
”Namun tidak sampai ada abu yang tebal,” sebut dia.
Surya menambahkan, abu tersebut umumnya menempel di bagian rumah warga hingga kendaraan yang berada di luar.
Bahkan ada beberapa motor milik pegawai di BPBD Kota Malang yang terkena abu.
Dia melanjutkan, berdasar penjelasan dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, aktivitas yang terjadi sekarang masih didominasi letusan.
Baca Juga: Gunung Semeru Kembali Erupsi Hingga Lima Kali, Warga Dihimbau Untuk Tetap Waspada
”Sementara untuk sebaran abu sendiri tergantung dari arah angin. Update terakhir letusan memang terlihat mengarah ke barat lalu barat laut hingga ke utara Gunung Semeru,” imbuh pejabat eselon III B Pemkot Malang tersebut.
Dari pantauan yang dilakukan pihaknya di media sosial juga ada sebagian masyarakat yang mengeluhkan embusan abu.
Terutama bagi masyarakat atau pengendara motor yang mengarah ke Kecamatan Kedungkandang melalui Jembatan Kedungkandang.
Meski embusan abu belum terlalu masif, Surya mengimbau agar masyarakat menggunakan masker atau menutup kaca helm.
Di tempat lain, salah seorang warga yang bernama Devi Agustin turut merasakan embusan abu Semeru.
”Kebetulan kemarin saya berkendara melalui Kecamatan Kedungkandang untuk menuju ke SMP Negeri 23 di Jalan Raya Tlogowaru. Saya merasakan embusan abu,” ungkapnya. (mel/by)
Editor : A. Nugroho