Pemkot Siapkan Rp 300 Juta untuk Merapikan Pohon
MALANG KOTA - Persiapan menyambut proyek drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) mulai dilakukan.
Pemkot Malang sudah menyiapkan dana Rp 300 juta untuk merapikan pohon.
Beberapa bakal ada yang dipotong untuk perluasan jaringan drainase.
Baca Juga: Drainase Soekarno-Hatta Kota Malang Tersumbat Sampah dan Endapan
Kabarnya, ukuran diameter jaringan yang baru sekitar 2,5 meter.
Itu lebih lebar dibanding jaringan yang sekarang.
Sebelumnya, sempat ada rencana penebangan 147 pohon.
Itu berdasar data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.
Setelah mendapat respons negatif dari masyarakat, rencana itu dikaji ulang.
Baca Juga: Banjir Genangi 13 Titik di Kota Malang Akibat Hujan Lebat dan Drainase Tersumbat
Kepala DLH Kota Malang Noer Rahman Wijaya menyebut, anggaran merapikan pohon senilai Rp 300 juta itu baru perkiraan.
Realitasnya tergantung pelaksanaan di lapangan.
”Kami siapkan anggarannya maksimal. Karena merapikan pohon dan pemeliharaannya menjadi kewenangan kami,” kata dia.
Rahman menambahkan, program itu tidak ditangani langsung oleh DLH.
Mereka bakal menggunakan jasa pihak ketiga atau dibuka tender.
Terkait pembahasan pohon yang akan ditebang, DLH saat ini masih menunggu jadwal pertemuan dengan pemprov.
Kemungkinan akan digelar bulan ini.
”Sampai saat ini kami masih belum mengetahui secara detail pohon mana saja yang perlu dirapikan. Setelah Lebaran akan dilakukan rapat koordinasi,” tambah Rahman.
Dia memastikan bila pemotongan pohon tidak akan dilakukan di sisi tengah atau median jalan Soehat.
Hanya dilakukan pada sisi barat.
Dimulai dari depan Polinema hingga patung pesawat Soehat.
Baca Juga: Sampai Panjat Dinding, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Cek Drainase di Jalan Soekarno-Hatta
”Dari hasil tinjauan Pak Emil (Wagub), beliau meminta tidak sampai ratusan (pohon) yang dipotong. Arahan pak wali kota juga meminimalisir pemotongan pohon,” jelas Rahman.
Di tempat lain, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Annas Muttaqin menuturkan, perlu kajian yang matang sebelum memotong pohon untuk pengerjaan drainase Soehat.
Menurutnya, bantuan provinsi senilai Rp 32 miliar tidak boleh lepas begitu saja.
Sebab jika menggunakan APBD Kota Malang, itu jumlah yang cukup besar.
Sebagai perbandingan, anggaran drainase pada APBD Kota Malang 2025 hanya Rp 20 miliar.
Di sisi lain, dia menyebut bahwa pemkot juga perlu memperhatikan aspek lingkungan.
”Kami pasti akan minta nanti harus direboisasi. Jika pohon belum terlalu besar, bisa dipindah sementara, kemudian langsung dikembalikan setelah pengerjaan selesai,” tutur Annas. (adk/by)
Editor : Aditya Novrian